Kampung Reforma Agraria Relevan dengan Pandemi

11
Kampung Reforma Agraria Relevan dengan Pandemi

BISNIS BANDUNG-Serikat Petani Indonesia (SPI) meresmikan Kampung Reforma Agraria di Desa Pasir Datar Indah, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, (17/09),  dihadiri  para petani anggota SPI baik secara langsung  maupun  secara daring.

Ketua Umum SPI, Henry Saragih, menyebutkan deklarasi ‘Kampung Reforma Agraria’ dan pelaksanaan rapat umum secara daring tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan SPI dalam memperingati Hari Tani Nasional (HTN) tahun 2020. Tema SPI dalam peringatan HTN 2020 ini adalah “Meneguhkan Reforma Agraria untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan.”

Tema ini  diwujudkan dalam bentuk berdirinya kampung-kampung reforma agraria yang merupakan hasil perjuangan anggota SPI. Kampung Reforma Agraria’ menjadi fondasi penting bagi terwujudnya kedaulatan pangan.

Di atas lahan yang diperjuangkan dan dikuasai oleh petani secara langsung, keuntungan yang didapat tidak hanya menyangkut lakunya hasil pertanian, tetapi terpenuhinya kebutuhan pangan di tingkat domestik, lokal, dan khususnya bagi para petani itu sendiri,” ungkapnya kepada Bisnis Bandung, Senin (21/9/2020) di Bandung.

Henry Saragih menyebutkan Kampung Reforma Agraria  sangat  relevan dengan situasi pandemi yang tengah dihadapi secara global. Saat pandemi Covid-19 melanda, pertanian yang diurus oleh keluarga petani terbukti jauh memiliki daya tahan dibandingkan dengan yang dikelola oleh perusahaan besar. Ini juga sudah diakui oleh PBB yang mencetuskan tahun 2019 kemarin sebagai dekade pertanian keluarga, di mana petani yang menjadi aktor penggerak utama.

Ketua DPW SPI Jawa Barat, Tantan Sutandi, mengatakan menyebutkan Kampung Reforma Agraria  di Desa Pasir Datar Indah merupakan wujud perjuangan para petani untuk mewujudkan cita-cita kedaulatan pangan di Indonesia.

Baltazar Anggal, selaku perwakilan dari Majelis Nasional Petani (MNP), menyampaikan HTN 2020 harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan perjuangan petani anggota SPI.

Hendarman, selaku Wakil Ketua Tim Nasional Reforma Agraria SPI, menyebutkan HTN 2020 juga harus menjadi momen untuk terus mendorong pemerintah terkait penyelesaian konflik agraria di Indonesia.

Zubaidah, yang mewakili petani perempuan anggota SPI, dalam kesempatan yang sama menyampaikan harapannya terkait perjuangan hak-hak bagi petani, khususnya hak-hak petani perempuan dan anak-anak petani, tidak mengalami diskriminasi.

Derwanto, pemuda tani dari Tuban, Jawa Timur, dalam menyebutkan tantangan generasi muda di pertanian tidak hanya persoalan minat melainkan juga kondisi yang terjadi saat ini, di mana alihfungsi lahan pertanian sangat masif terjadi.

Dwi Kurniawan, selaku perwakilan dari panitia persiapan wilayah SPI Kalimantan Selatan, menyebutkan kuatnya dinamika dan tantangan bagi petani yang menjadi bagian dari masyarakat adat untuk menjalankan kegiatan pertanian secara aman di Kalimantan Selatan.  (E-018)***