Karena Faktor Cuaca Harga Cabai Melangit

3
Karena Faktor Cuaca Harga Cabai Melangit

BISNIS BANDUNG– Melambungnya harga cabai di pasaran, membuat para produsen dan konsumen di tingkat bawah kebingungan. Di sejumlah pasar Sumedang, harga cabai mengalami kenaikan yang signifikan.

Dari hasil survei di beberapa pasar tradisional di kabupaten Sumedang, harga kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami kenaikan selain  cabai juga terjadi pada harga bawang,namun yang paling menonjol adalah harga cabai yang hampir merata disemua lokasi alami kenaikan.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Rudi Suprayogi mengatakan, biasanya penyebab kenaikan harga cabai tersebut karena faktor cuaca yang buruk dan menyebabkan pasokan cabai berkurang.

“Faktor cuaca bisa juga kalau ada hambatan sama penyakitnya, nanti akan kami cek dulu,” kata Rudi saat ditemui di ruangan kantor Dinas Pertanian Selasa (22/3/2021).

Rudi mengatakan, cuaca sekarang memang tidak menentu dan itu bisa menyebabkan para petani di Sumedang mengalami gagal panen, sehingga permintaan pasar dengan pasokan jadi tidak sesuai. Jika memang ada kenaikan harga dari tingkat petani, hal itu karena saat cuaca buruk seperti ini, biaya tanam semakin tinggi, sehingga petani juga memiliki keterbatasan biaya.

“Itu sudah menjadi hukum pasar. Nanti saya akan cek juga harga dari petani karena ada rantai pasarnya. Jadi kami akan pastikan ke petani, tapi biasanya memang seperti itu,” ucapnya.

Selain itu ketika harga cabai naik disaat cuaca buruk, kata Rudi, membuat petani tidak mengalami kerugian yang cukup besar. Pihak dari DPKP atau Kelompok Tani yang merupakan pembina para petani memang sudah seharusnya membuat sejahtera para petani meskipun kondisi cuaca buruk, bahkan menyebabkan gagal panen.

“Masalah kenaikan harga, bagi kami ya senang saja, artinya petani menikmati, tapi konsumen yang menjerit. Itu yang kami harapkan (petani sejahtera), tapi kan tetap harus ada keseimbangan. Jadi sering kali, kami dilematis kalau ada kenaikan harga itu,” kata Rudi.

Terkait kenaikan harga ini, lanjut Rudi, setidaknya membuat para petani tetap untung, tetapi disisi lain pedagang pasar dan konsumen pasti merasa dirugikan karena sudah jelas mengurangi daya pembeliannya.

“Kalau dilihat dari sisi teknis dari kami, ini dianggap keberhasilan, tapi kan publik bagiamana? Kita paham juga kondisi seperti ini,” ucapnya.

Untuk sementara ini, kata Rudi, yang terpenting para petani tidak dirugikan, tetapi konsumen juga harus paham kondisi karena suatu saat nanti, harga cabai bakal kembali normal.
“Ya, biasanya harga cabai bakal kembali normal lagi kalau cuacanya sudah membaik,” kata Rudi.

Keterangan para pedagang yang berjualan sayuran di Pasar Inpres Sumedang, Maman Suparman (45), untuk saat ini harga cabai domba yang asalnya hanya Rp 70 ribu perkilogram, kini naik menjadi Rp 150 per kilogram.

“Dengan harga segini jadi sepi yang beli,” katanya saat ditemui di Pasar Inpres Sumedang, belum lama ini.

Maman mengatakan, dirinya merasa tidak mengerti dengan harga harga kebutuhan masyarakat sekarang ini, termasuk harga cabai yang terus naik itu dikarenakan jumlah pembeli menjadi menurun. Menurutnya, harga bahan pangan, terutama cabai itu naik dipicu dengan hujan yang terus menerus sehingga hasil panen tidak seperti biasanya.

“Ya mungkin karena hujan terus jadi hasil panennya sedikit, semoga aja kalau cuacanya sudah biasa lagi harga semua kebutuhan pokok bisa stabil lagi,” ujarnya.(E-010)***