Kasus Bentrok Polisi Vs FPI Penyelidikan Atau Kategori Intelijen Aparat Yang Bertugas Diketahui Tidak Pakai Seragam Dinas

557

BISNIS BANDUNG – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong Presiden Joko Widodo membentuk tim independen mengusut kasus bentrokan antara polisi dan Front Pembela Islam (FPI). Aparat kepolisian harus menyerahkan segala dokumen terkait kasus ini kepada Komnas HAM atau tim independen agar bisa diusut tuntas. Terlebih karena aparat yang bertugas saat itu diketahui tidak memakai seragam dinas.

“Sebaiknya dibentuk khusus oleh presiden untuk mengungkap secara jelas duduk perkara kejadian sebenarnya,” kata Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas melalui keterangan tertulis, Selasa (8/12).

“Maka perlu dijelaskan jenis kegiatan itu apakah masuk kategori penyelidikan atau kategori intelijen yang diluar proses penegakan hukum yang benar,” tutur Busyro.

Selain untuk mengusut kasus ini secara spesifik, Busyro mengatakan,  tim independen juga bisa diinstruksikan untuk membongkar dugaan penggunaan kekerasan dengan senjata api lain yang dilakukan oleh aparat kepolisian maupun TNI.

Busyro mengingatkan kasus yang dialami enam simpatisan FPI itu mengingatkan kembali dengan sejumlah warga yang meninggal akibat kekerasan senjata api dari aparat penegak hukum, seperti kematian Pendeta Yeremias Zanambani di Papua dan Qidam, warga desa di Poso, Sulawesi Tengah dan pendemo hasil Pilpres 2019

Dalam hal ini, tim independen diharapkan bisa menguak semua kasus tersebut. Busyro menyarankan tim independen diisi oleh lembaga seperti Komnas HAM, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta unsur masyarakat dan profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Melampaui batas

Terkait itu , di tempat terpisah pendakwah Abdullah Gymnastiar atau dikenal dengan nama Aa Gym juga mendorong negara pembentukan lembaga independen untuk mengusut kasus yang dinilai meresahkan publik .

“Setransparan mungkin sehingga kebenaran itu nyata dan keadilan itu terbukti,” katanya melalui rekaman video.

Baca Juga :   BUMN Garap Apartemen Perumahan Bagi MBR Terkendala

Aa Gym menilai insiden yang terjadi pada Senin dini hari di Jalan Tol Jakarta-Cikampek itu membuat bingung masyarakat karena informasi yang berbeda dari pihak kepolisian dan FPI.

Ia meminta semua pihak tidak menyebarkan informasi dan penjelasan yang tidak benar, dan kian menyesatkan masyarakat.

“Mari sungguh-sungguh kita tahan diri dari tindakan kekerasan, kepada siapapun, dengan cara apapun. Karena kekerasan pasti menimbulkan masalah baru,” ungkapnya.

Sementara Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran mengatakan pengintaian terhadap rombongan itu dilakukan karena dikira akan mendampingi Rizieq ke Polda Metro Jaya untuk kepentingan pemeriksaan.

Namun di tengah jalan, anggotanya dihadang dan dipepet oleh massa yang diduga bagian dari rombongan. Mereka kemudian disebut menodong aparat dengan senjata api dan senjata tajam.

Sedangkan FPI mengklaim Rizieq dan rombongannya saat itu sedang ingin solat subuh. Mereka menilai tindakan aparat dalam insiden ini telah melampaui batas hukum. (B-003) ***