Kasus Penipuan Transaksi Elektronik Makin Marak

20

BISNIS BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menekankan pentingnya urusan perlindungan konsumen terutama di sektor keuangan, terkait maraknya kasus penipuan transaksi elektronik.

Tak hanya perlindungan, konsumen perlu mendapatkan literasi terkait transaksi elektronik atau digital.

Dia berujar, perlindungan konsumen di sektor keuangan saat ini perlu mendapat perhatian mengingat banyak kasus penipuan atas transaksi jual beli atau pinjaman yang memakai teknologi digital/online.

“Perlindungan konsumen itu adalah literasi bagi warga Jabar,” katanya pada wartawan di Gedung Pakuan, Bandung,( Selasa 11/2/  2020).

Emil mengakui  bersama Otoritas Jasa Keuangan dan melalui dukungan DPRD mendorong supaya literasi keuangan bisa menjangkau warga di daerah.

Sementara itu,  Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan selama 5 tahun terakhir, pengaduan konsumen yang berkaitan dengan platform dagang-el selalu menduduki peringkat lima besar. Pada 2019, pengaduan konsumen terkait platform dagang-el berada di peringkat keempat setelah perbankan, pinjaman daring, dan perumahan.

“Dari 1.871 pengaduan konsumen yang masuk sepanjang 2019, [sebanyak] 34 di antaranya terkait dengan platform dagang-el atau berada di urutan keempat. Artinya, masih cukup tinggi dan menandakan ada persoalan serius dari sisi perlindungan konsumen,” ungkapnya.

Menurut Tulus, hal yang paling banyak diadukan masih terkait dengan platform dagang-el adalah produk yang tidak sampai ke tangan konsumen. Selain itu, konsumen juga banyak mengadukan produk yang mereka terima tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum di aplikasi atau situs masing-masing platform dagang-el.

“Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, aduan yang masuk masih soal barang tidak datang atau datang tidak sesuai spesifikasi. Nah, masalah itu berlanjut ke pengembalian atau refund nantinya,” kata dia. (B-002)***