Kawasan Bandung Utara Perlu Konsolidasi Kepda

11
Kawasan Bandung Utara Perlu Konsolidasi Kepda

BISNIS BANDUNG– Kawasan Bandung Utara (KBU) memerlukan perhatian khusus dalam tata ruang dan lingkungan karena terdapat potensi bencana dan masalah konservasi. Soal perizinan terkait tata ruang dan pemanfaatan alam pun harus betul-betul diperhatikan demi merawat dan menjaga KBU.

“KBU punya fungsi ekologi untuk masyarakat Bandung Raya dari sisi air, pencemaran, sampah, air limbah, hingga udara. Atas dasar fungsi-fungsi itulah, kami harus tahu secara nyata perizinan di kawasan KBU,” kata Setiawan Wangsaatmaja, Sekretaris Daerah  Provinsi Jawa Barat ketika meninjau sejumlah titik di KBU di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (23/10/20).

Peninjauan  bersama beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  tersebut guna menyamakan pandangan terkait izin pemanfaatan ruang atau pembangunan di KBU.

Setiawan mengungkapkan konsolidasi dengan para kepala daerah (kepda) kabupaten/kota di KBU juga perlu diperkuat untuk menyamakan pandangan dalam memberikan izin, terutama untuk menjaga fungsi lingkungan.

Selain itu, vegetasi atau tumbuh-tumbuhan di KBU juga menjadi pertimbangan perizinan. Pasalnya, ada beberapa jenis vegetasi yang memang harus tumbuh di dataran tinggi, termasuk KBU. Alih fungsi lahan tanpa kajian pun mendatangkan bencana alam.

“Jadi (vegetasi) harus dijaga. Kalau KBU hilang fungsi ekologinya, bisa timbul berbagai masalah, mulai dari air, kesehatan, hingga bencana,” tutur Setiawan seraya menambahkan terkait pedoman pengendalian KBU sebagai kawasan strategis, Pemprov Jabar telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2016.

Perda tersebut mengatur antara lain soal kebijakan pengendalian kawasan, pola ruang dan arahan pola ruang, zonasi pengendalian, konservasi dan rehabilitasi, penertiban, izin dan rekomendasi, hingga penegakan hukum.

Pemda Provinsi Jabar pun terus berupaya memulihkan lahan kritis di KBU maupun Jabar, salah satunya lewat Gerakan Menanam 50 Juta Pohon. Selain itu, upaya juga dilakukan dengan penanaman vetiver di beberapa kawasan, normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS), hingga pembentukan ecovillage.

Baca Juga :   100 Hari Gubernur Jabar Luncurkan 17 Program

Hadir mendampingi Setiawan dalam kunjungan ini adalah Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jabar Epi Kustiawan, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jabar Koswara, Kepala Satpol PP Provinsi Jabar M. Ade Afriandi, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jabar Noneng Komara Nengsih.

“Kami bersama para kepala OPD terkait berupaya memberikan pertimbangan teknis kepada gubernur dalam hal perizinan di KBU,” ucap Setiawan.

“Tinjauan seperti ini sangat diperlukan untuk melihat kondisi riil di lapangan. Karena saya memahami para kepala OPD latar belakang berbeda-beda, maka kita harus menyamakan persepsi di lapangan,” tambahnya. (B-002)***