Kebijakan Baru PNS Geliatkan Produk UMKM

5
UMKM dan Wisata Serap Pengangguran

BISNIS BANDUNG– Pelaku Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM)  menyambut baik kebijakan pemerintah, khususnya   ASN/PNS  agar membeli dan berbelanja produk mereka. Kebijakan itu mampu menggeliatkan  pengembangan produk UMKM  yang selama ini menjadi kendala dalam  pemasaran.

” Kebijakan itu mempengaruhi laju pertumbuhan UMKM di Jawa Barat, sehingga kebijakan positif ini berkorelasi meningkatkan daya beli masyarakat di tengah lesunya perekonomian akibat pandemi Covid-19. Salah satunya, dengan mengajak masyarakat menengah atas dan juga khususnya PNS untuk berbelanja produk produk UMKM,” kata Konsultan Pendamping UMKM Jabar, Sertifikasi BNSP, Arief Yanto Rukmana, ST, MM kepada Bisnis Bandung, Senin ini (22/02/2021).

Arief mengungkapkan secara mikro kebijakan ini memberikan dampak  mendorong sektor UMKM daerah agar  survive dan tumbuh di tengah krisis akibat pandemi. Dapat membiayai kebutuhan usahanya dari mulai pembiayaan produksi, biaya tenaga kerja dan biaya pemasaran, sehinggagga UMKM terus bertumbuh penghasilannya dan bertambah jumlah nya.

Bahkan kebijakan ini memberikan peluang bagi sektor UMKM untuk menjadi salah satu tumpuan utama dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dengan sumbangan 60 persen pada produk domestik bruto (PDB).

Sektor UMKM  menjadi yang paling terdampak oleh pandemi covid-19. Dengan menurunnya daya beli masyarakat, juga banyak UMKM gulung tikar karena tidak mempu membiayai pengeluaran usaha yang membengkak, pertumbuhan bisnis melambat. Serta indikatornya menurut hasil penelitian OECD (Organization for Economic Co-Operation and Development) _Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan_ dan merupakan organisasi ekonomi internasional yang mapan beranggotakan 34 negara. memperkirakan, setelah September tahun 2020 silam, hampir separuh UMKM akan mengalami krisis atau gulung tikar.

Arief yang juga  Dosen Perguruan Tinggi Indonesia Mandiri – STAN dan STMIK IM Bandung ini mengungkapkan, beberapa produk UMKM  tanah air dilirik oleh PNS, yang menjadi kekuatan produk UMKM dapat melampaui produk impor dan pabrikan adalah keunikan (kreativitas dan inovasi) mulai dari produk kopi bubuk, susu kedelai, keripik, kerupuk, kue kering, kue basah, dan tahu. Produk produk UMKM tersebut cukup laris manis di lirik oleh PNS karena dibutuhkan, dan juga varian yang di sajikan berbeda dari produk pabrikan maupun impor, ini menjadi daya tarik tersendiri produk UMKM.

Saat ini banyak produk UMKM dalam negeri menyajikan dengan mutu dan kualitas yang sudah baik, siap bersaing dengan produk impor dan pabrikan.

“Produk produk UMKM yang unik ( kreatif dan inovatif ) cukup laris manis di lirik oleh PNS karena selain memiliki diferensiasi namun juga produk yg di hadirkan di butuhkan oleh costumers, dan juga varian yang di sajikan berbeda dari produk pabrikan maupun impor, ini menjadi daya tarik tersendiri produk UMKM. Saat ini banyak produk UMKM dalam negeri menyajikan dengan mutu dan kualitas yang sudah baik, siap bersaing dengan produk impor dan pabrikan,” ungkapnya.

Menurut Ketua Umum Ikatan Petatih Bisnis Nusantara ini,  banyak  produk lokal yang dihasilkan oleh brand-brand kecil memiliki keunikan tersendiri. Ide tidak pernah terbatas dan penuh dengan hal baru. Bahkan kadang tidak sedikit menemukan benda tertentu yang belum pernah belum lihat sebelumnya namun dijual oleh brand lokal. Ini menjadi pertimbangan pelanggan tanah air untuk loyal membeli produk produk UMKM dalam negeri.

“Dari kebijakan tersebut, banyak yang diuntungkan karena memihak pelaku usaha kecil dalam membangkitkan semangat kewirausahaan  sehingga UMKM dapat bertumbuh hingga membuka lapangan kerja. Begitu pula daya beli masyarakat bakal  naik dengan pekerja yang mendapatkan upah lancar, pengangguran terserap oleh dunia usaha, dan lahir wirausahawan baru, yang akan mengangkat perekonomian wilayah. Pemerintah pun nantinya akan terbantu dengan produktivitas dan  perekonomian nasional yang membaik,” jelasnya. (E-018)***