Kejagung Siapkan 16 Jaksa Persidangan HRS Aziz : Target Operasi Politik Dengan Memperalat Hukum

27

BISNIS BANDUNG – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan siap untuk menghadapi persidangan kasus Habib Rizieq Shihab (HRS) yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana menyampaikan, pihaknya tengah melakukan koordinasi dan konsultasi menjelang digelarnya sidang HRS tersebut. Bahkan, menurutnya, Kejagung juga telah menyiapkan tim jaksa secara khusus untuk kasus tersebut.

“Saya telah membentuk 16 jaksa yang akan menyidangkan perkara ini,” ujar Fadil dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (26/1/2021).  

Fadil menyebut,  selain itu pihaknya juga akan sangat berhati-hati dalam membaca berkas perkara Habib Rizieq, sekaligus akan mencari petunjuk dan koordinasi dengan Mabes Polri. Sebab, sejauh ini sudah ada beberapa perkara yang diserahkan Mabes Polri ke Kejaksaan Agung, di antaranya kasus lahan di Megamendung, Petamburan dan beberapa kasus lain berkaitan dengan Habib Rizieq.

“Kami akan melihat perkara ini secara jernih dan objektif. Karena bagi kami proses penegakan hukum harus dilakukan sebaik-baiknya dengan tidak melakukan penzaliman terhadap siapapun,” ujar dia.

Target operasi politik ?
Sementara ditolaknya praperadilan yang diajukan Habib Rizieq Tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab menilai putusan praperadilan terhadap Habib Rizieq Shihab bisa menjadi preseden, apakah penyidik dan JPU akan menjadikan tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah tindak kejahatan yang dilarang oleh negara. Habib Rizieq Shihab diduga menjadi target operasi politik dengan memperalat hukum.

“Jika iya, tentunya akan menjadi catatan sejarah, di negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, telah menjadikan tradisi peringatan maulid Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu bentuk peristiwa pidana yang dipersepsi sebagai sebuah tindak kejahatan,” ungkap salah satu anggota tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, M Kamil Pasha pada wartawan, belum lama ini.
Menurutnya, tim kuasa hukum akan melakukan segala upaya perlawanan hukum terhadap segala bentuk kriminalisasi terhadap Habib Rizieq.  Kamil berterima kasih pada semua dukungan masyarakat Indonesia yang telah mendoakan Habib Rizieq dalam  kasus ini.

Baca Juga :   RUU CK Berimbas Pula Pada Kerusakan Lingkungan Sejarah Mencatat Kontribusi Para Wakil Rakyat Dan Pemerintah

Pengacara Habib Rizieq lainnya, Azis Yanuar menambahkan, Habib Rizieq diduga menjadi target operasi politik dengan memperalat hukum. Terbukti, Habib Rizieq kembali dijadikan tersangka dalam kasus di RS Ummi Bogor.  “Jelas terlihat orkestra melalui instrumen hukum yang menimpa HRS saat ini telah dikendalikan kekuasaan politik dari penguasa dzalim. Penerapan Pasal 14 UU No. 1/1946 terhadap HRS dalam kasus di RS UMMI Bogor adalah jelas merupakan upaya untuk tetap melakukan isolasi terhadap HRS dalam penjara,” ungkapnya. (B-003) ***