Kelelawar Berpotensi Sebar Virus Berperan Sebagai Penyimpan Penyakit

11

BISNIS BANDUNG – Ketua Umum Asosiasi Dokter Hewan Satwa Liar, Aquatik dan Hewan Eksotik Indonesia, Dokter Huda Darusman menyebut , kelelawar berpotensi menyebarkan penyakit virus pada manusia.Kelelawar memiliki daya tahan tubuh yang spesifik yang mampu berperan sebagai reservoir atau penyimpan agen penyakit.

Huda, yang merupakan pengajar di IPB , juga menyebut kelelawar merupakan reservoir virus corona lainnya penyebab SARS dan MERS.

Ketika dimakan, ujar Huda, virus itu bisa ditransmisikan ke manusia, meski virus sangat mudah dinonaktifkan dengan pemanasan atau bahan tertentu dalam proses pemasakannya.

“Mungkin dengan masakan nggak tepat, nggak panas, mungkin memudahkan hewan itu menyimpan penyakitnya ,”ujar Huda.

Sementara melalui proses masak yang benar,menurut  Peneliti Pusat Studi Satwa Primata LPPM-IPB, Joko Pamungkas, virus yang ada kemungkinan tidak aktif, seperti  dilakukan oleh sejumlah warga di daerah  Sulawesi Utara  dalam proses memasak mereka yang diamatinya.

“Mereka memasaknya sedemikian rupa, ada belasan bumbu yang dimasukan yang mungkin akan menonaktifkan virus . Suhu panas yang mendidih lama berandil untuk menonaktifkan virus tersebut,” ungkap  Joko . Namun demikian potensi penyebaran virus tidak hanya terbatas pada orang yang memakan daging hewan liar, transmisi virus bisa terjadi juga pada orang yang berburu, menyimpan (pengumpul sementara) atau mengolah  sebelum memasak hewan liar.

Kurangi interaksi dengan hewan liar

Ketua Umum Asosiasi Dokter Hewan Satwa Liar, Aquatik, dan Hewan Eksotik Indonesia, Dokter Huda Darusman, menyarankan pemerintah untuk segera mengimbau masyarakat untuk mengurangi interaksi dengan hewan liar , selain kelelawar.

Hal itu perlu, ujar Huda, karena hewan liar mungkin menyimpan virus yang berbahaya bagi manusia.Tidak hanya diimbau tidak memakannya, masyarakat juga harus diimbau tidak menangkap atau memelihara hewan liar.

“Dalam hal ini butuh ketegasan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat dengan melibatkan pemangku,” ujarnya. Meski sejauh ini belum diketahui pasti bahwa kelelawar yang hidup di Indonesia berpotensi menyebabkan virus corona.

” Kalau kelelawar di China saja bisa membawa, (kelelawar) kita pun bisa. Ini kan satu famili ya,” tambah Joko.

Sedangkan  Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Fajar Sumping mengaku , sejauh ini pemerintah belum mendapat informasi resmi dari Badan Kesehatan Hewan Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia mengenai sumber virus corona baru.

Namun, dia menganjurkan masyarakat untuk tidak mengkonsumsi kelelawar yang merupakan hewan liar yang status kesehatannya tidak diketahui.

“Apalagi saat ini ada kasus menyebarkan penyakit menular  baru, ” pungkas Fajar. (B-003) ***