Kemenkop Dorong UMKM Gunakan Teknologi Digital

17
Program UMKM Juara Percepat Naik Kelas

BISNIS BANDUNG– Pandemi Covid-19 membuat perekonomian nasional porak poranda. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020 menjadi anjlok ke level -5,32 persen akibat covid-19. Hal itu terjadi lantaran adanya pembatasan aktifitas dan mobilitas orang dan barang demi menekan angka penularan sehingga aktifitas ekonomi hampir lumpuh.

Bahkan beberapa sektor justru terkena dampak paling parah dalam sejarah seperti sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Banyak di antara pelaku UMKM harus gulung tikar akibat pandemi tersebut.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof. Rully Indrawan, mengatakan total UMKM nasional sekitar 99,9 persen dari total usaha yang ada di Indonesi. Namun karena sektor usaha ini terkena dampak paling parah maka pergerakan ekonomi nasional menjadi jatuh. Dari sisi lapangan kerja, sektor ini juga menjadi sektor yang paling banyak penyerapannya.

“Dampak pandemi ini memang luar biasa terhadap ekonomi kita, banyak UMKM terdampak secara umum. Karena jumlahnya paling banyak dan penyerapan tenaga kerja juga banyak jadi kalau kena dampak kita semua kerepotan,” kata Prof. Rully kepada Bisnis Bandung , Senin (28/9/2020)  di Bandung.

Meski begitu, ia menjelaskan  pandemi tersebut juga sedikit banyak memberikan peluang yang baik bagi pelaku UMKM untuk tumbuh kembang. Salah satunya adalah peluang untuk melakukan transformasi bisnis oleh UMKM seperti lebih mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam bertransaksi baik penjualan atau pembelian. Transaksi secara online akhir-akhir ini menjadi suatu hal yang lazim karena dianggap sebagai solusi untuk meminimalisir kontak langsung agar penularan virus Covid-19 bisa ditekan.

Prof. Rully mengapresiasi dukungan dari semua pihak khususnya Bank Indonesia (BI) yang telah mengeluarkan sebuah platform QR Code Indonesian Standard (QRIS). Dengan sistem ini akan semakin memudahkan para pelaku UMKM dalam melakukan transaksi. Dari sisi keamanan dijamin bahwa dengan QRIS transaksi cepat, mudah, murah, aman, dan handal.

Lebih lanjut, Prof. Rully juga berharap semua pihak dapat memberikan dukungan terhadap UMKM nasional untuk bisa bangkit dari keterpurukan. Di antaranya  Organisasi UKM IKM Nusantara yang telah tersebar di 21 Provinsi bisa bersama-sama pemerintah melakukan pendampingan dan pembinaan bagi UMKM agar bisa bertahan di tengah kondisi yang sulit.

“Ini luar biasa, kita berdoa agar UKM IKM Nusantara bisa terus berperan dalam membantu pendampingan terhadap pelaku UMKM kita. Sebelum covid-19 kita udah kordinasi dengan berbagai Kementerian dan Lembaga untuk melakukan konsolidasi bersama dalam membantu UMKM,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Kepala Unit Implementasi Kebijakan SP dan Pengawas SP PUR Bank Indonesia Wilayah Solo, Mulyadi, menambahkan bahwa tren transaksi digital yang terus meningkat mendorong BI untuk terus mengkampanyekan QRIS. Sistem pembayaran nasional yang sudah terhubung dengan mobile payment ini telah didukung oleh 38 penyelenggara bank dan non bank. Oleh sebab itu dipastikan transaksi dengan QRIS akan lebih aman dan mudah.

Sementara itu Ketua Umum UKM IKM Nusantara, Candra Manggih  mengungkapkan pelaku UMKM di Solo dan sekitarnya siap berkolaborasi dengan pemerintah ataupun dengan swasta lainnya untuk pengembangan usahanya.

Menurutnya saat ini UKM IKM Nusantara sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan tiga Kementerian yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Sosial. Kerja sama yang dibangun oleh UKM IKM Nusantara dengan ketiga Kementerian tersebut diantaranya meliputi pengembangan usaha bagi UMKM nasional. “Saya harap dengan kehadiran Pak Sesmen (Prof. Rully) di sini juga memberikan peluang bagi kita untuk bekerja sama juga. Kita tahu program-program di Kementerian Koperasi dan UKM begitu banyak dan sangat dibutuhkan oleh UMKM di Solo dan wilayah lainnya,” kata Candra. (E-018)***