Kemenperin Dorong Kembangkan Pemasok Suku Cadang Lokal

283

BISNIS BANDUNG – Menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA), Kementerian Perindustrian tengah berupaya mengembangkan industri potensial pada sektor transportasi, elektronika, makanan dan minuman untuk kurun waktu jangka menengah dan panjang.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya juga akan melakukan survei ke beberapa sentra industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif, seperti di Tegal dan Batu Ceper Jawa Tengah untuk melihat jalannya supply chain di kota ini.

Sinergi yang dilakukan dengan kegiatan penelitian terhadap sejumlah manufaktur Indonesi menurut Menperin, dilakukan oleh Nomura Research Institute bertema “Promotion for Globally Competitive Study” untuk periode April 2017-Maret 2018.

Melalui survei tersebut, Kemenperin ingin mengetahui tentang alur rantai pasok industri di dalam negeri saat ini, sehingga akan fokus menentukan kebijakan pengembangan untuk sektor pendukungnya, seperti salah satu diantaranya industri otomotif yang membutuhkan masukan terkait riset dan teknologi terbaru.

Sementara di industri elektronika, Kemenperin tengah mendorong agar sektor ini dapat mendukung industri alat transportasi di masa depan, khususnya untuk kereta api, pesawat terbang dan mobil listrik. ”Untuk industri elektronika, kami akan memacu perluasan pasarnya dan bisa men-support ke sektor strategis lainnya,” ucap Airlangga, baru-baru ini.

Di sisi lain, Kemenperin juga mencoba untuk menarik investor dari Nagoya yang merupakan klaster industri manufaktur besar di Jepang, utamanya untuk sektor otomotif dan komponen. Mayoritas investor Nippon di Indonesia berasal dari Nagoya, sedikitnya ada 100 perusahaan.
”Kami melihat perusahaan besar seperti Toyota dan Mitsubishi telah berkomitmen, untuk berkontribusi investasi di Indonesia dalam berbagai industri dan terkait juga kerja sama pembangunan pusat inovasi,” tutur Airlangga.

Jepang dianggap jadi mitra strategis Indonesia dengan nilai transaksi perdagangan Jepang-Indonesia pada triwulan II-2017 mencapai 14,8 miliar dollar AS (Rp 200 triliun), atau meningkat lima persen dibanding periode yang sama tahun 2016.

Sedangkan sepanjang tahun 2017, total investasi Jepang di Indonesia mencapai 17 miliar dollar AS (Rp 229 triliun) dengan sektor utamanya adalah industri otomotif, elektronika, makanan dan minuman. (E-002)***