Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Tidak Ada Terobosan Abdul Hakim : Wishnutama Lebih Cocok Jadi CEO Perusahaan TV

38

BISNIS BANDUNG – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda menilai kondisi pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf)  yang dipimpin Menparekraf Wishnutama Kusubandio saat ini melempem.

“Dua hal yang menjadi (alasan) sektor yang dipimpin pak Wishnu menjadi melempem. Untuk mengetahui bagaimana kinerja sebuah sektor yakni dengan memperhatikan dua sisi, permintaan dan penawaran dari sektor tersebut,” ujar Nailul baru – baru ini kepada wartawan.

Menurut Nailul, dari sisi permintaan berkaitan dengan permintaan masyarakat untuk produk pariwisata. Untuk saat ini diketahui menurun akibat pandemi. Masyarakat masih relatif khawatir tertular dan pendapatan masyarakat yang relatif menurun menjadikan permintaan produk pariwisata menurun. Sementara bantuan hanya mengatasi masalah pendapatan namun tidak bisa mengatasi rasa khawatir masyarakat tertular pandemik

“Jadi saya rasa kondisi sisi permintaan masih buruk. Yang kedua dari sisi penawaran, pelaku usaha bidang pariwisata berkurang pendapatannya karena turunnya permintaan,” ujar Nailul.

Ada bantuan dari pemerintah, tapi tetap saja permintaannya tidak sebanyak dari tahun lalu. Pemutusan hubungan kerja hingga penutupan toko tidak terelakan,” ungkap Nailul Huda.

Kondisi tersebut merupakan poin penting dan bisa menjadi acuan untuk diberikan solusi dan langkah tepat penanganan, khususnya bagi Wishnutama selaku Menparekraf  yang belakangan ini banyak disorot. Beberapa pengamat menyebutnya Wishnutama tidak inovatif dalam menggerakkan parefraf Indonesia.

Tidak inovatif

“Hingga saat ini saya memperhatikan bahwa Menparekraf yang satu ini belum ada terobosan sama sekali dalam hal kebijakan yang dikeluarkannya,” ungkap anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional Abdul Hakim Bafagih . Menurut Abdul Hakim, Wishnutama lebih cocok menjadi CEO perusahaan TV ketimbang memimpin Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Wishnutama lebih pas sebagai seorang CEO perusahaan TV karena memang berperestasi di bidang ini. Seperti disaat memimpin stasiun televisi,  saya mengagumi sosok beliau ketika memimpin dua stasiun televisi sebelum ditugaskan menjadi menteri,” katanya melalui aplikasi pesan singkat kepada wartawan.

Baca Juga :   Punch Melon - Mentimun Freshy

Hakim Bafagih sebelumnya anggota Komisi X DPR RI  kini pindah ke Komisi VI dan pernah bekerja sama dengan Wishnutama. Menurutnya, Wishnutama tidak memiliki terobosan dalam kebijakannya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

“Hingga saat ini saya memperhatikan bahwa Menparekraf yang satu ini belum ada terobosan sama sekali dalam hal kebijakan yang dikeluarkannya,” tuturya.

Menurut Abdul Hakim, kebijakan Wishnutama banyak yang kurang tepat. Seperti menggunakan jasa influencer untuk mempromosikan pariwisata Indonesia bahkan sampai menyewa konsultan asing yang biayanya sangat mahal.

Program-program Wishnutama seperti yang ditayangkan di medsosnya juga cenderung normatf. “Apa yang disampaikan sebagai program-program yang dilakukan oleh Wishnutama yang ditayangkan di medsosnya cenderung normatif, harus di evaluasi. Terlepas dari minimnya gebrakan, akun IG dari Kemenparekraf  mengalami banyak kemajuan dan update,” ungkap Hakim Bafagih menambahkan. (B-003) ***