Kerajinan Bambu Kampung Egrang Terbang ke Jerman

138

KERAJINAN berbahan dasar bambu produk Kriya Cibiru bakal tembus pasar internasional. Jerman adalah negara tujuan pemasaran kerajinan yang di produksi di Kampung Cibiru RT 4/3, Desa Cicantayan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Kriya Cibiru ini berada di Kampung Egrang, nama untuk daerah sentra kerajinan dan objek wisata bernuansa kesundaan. Di tempat ini masyarakatnya diberdayakan membuat produk berbahan bambu.

Adapun produk Kriya Cibiru ini antara lain lampu hias, gelas, sendok, kursi, meja, anyaman bambu, nampan, teko dan barang lainnya. Sebelum ke luar negeri, produk ini sudah dipasarkan di pulau Jawa hingga ke Bali dan Sumatera.

“Alhamdulillah kalau pemasaran sudah ke luar Pulau Jawa. Kemarin konsumen dari Jerman sudah dikirim sample, rencananya akan pesan banyak,” ujar Pibsa, penggagas Kampung egrang itu kepada wartawan.

Menurut Pibsa, produksi kerajinan dari bahan bambu ini di Kampung Egrang ini sudah berjalan selama satu tahun.

“Kampung budaya yang berasa tempo dulu itu, warganya tidak hanya membuat kerajinan dari olahan bambu. Namun juga, di kampung wisata tersebut pengunjung disuguhkan dengan permainan egrang yang dimainkan anak-anak, rumah baca bambu biru, alat-alat musik yang terbuat dari bambu dan juga makanan khas dulu, seperti, katimus, combro, gatot dan pisang rebus,” tutur Pibsa.

Kampung Egrang itu menarik perhatian para wisatawan hingga mahasiswa yang melakukan study.

“Pada dasarnya, kampung itu mengajarkan nilai pembentukan karakter bagi penerus bangsa. Dimana saat ini pengaruh budaya luar dan perkembangan teknologi tidak bisa lagi terelakan dan tetap mempertahankan nuansa kesundaan,” tukasnya. (C-003/bbs)***