Kerusuhan Terjadi Karena Diganggu Provokasi Diduga Dilakukan Aparat ?

24

BISNIS BANDUNG –  Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin menyebut , demo 1310 yang berakhir jadi kerusuhan  diduga karena ada pihak yang melakukan provokasi. Novel menyebutkan, bahwa provokasi itu diduga dilakukan  oleh aparat .

Sebanyak 806 pelajar ditangkap Polda Metro Jaya terkait demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada Selasa (13/10) . Rinciannya, Jakarta Pusat  terdapat 98 orang, Jakarta Selatan 80 orang, Jakarta Timur 62 orang dan Jakarta Utara 70 orang.

Kemudian penangkapan di Kota Tangerang sebanyak 48 orang, Kabupaten Bekasi 108 orang, Depok 55 orang, Tangerang Selatan 44 orang dan Kota Bekasi 47 orang.

Aksi demo tersebut diketahui berakhir menjadi kerusuhan. Ribuan orang yang ditangkap diduga melakukan perusakan dan menyerang aparat yang menjaga aksi demo tersebut. Mabes Polri menyebut, 806 orang di antaranya masih berstatus pelajar.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin menyebut keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja  sebagai hal yang biasa. Ia menyebut, pelajar STM memang memiliki semangat yang sangat luar biasa.

Ada pihak yang memprovokasi

“Namanya juga pelajar STM memang luar biasa semangat juangnya,  saya juga alumnus STM Negeri 1 Boedi Oetomo, jadi tahu bagaimana semangatnya adik-adik kita itu,” ujar Novel saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (14/10).

Menurut anak buah Habib Rizieq Shihab ini mengatakan, sejatinya anak-anak STM itu bisa damai. Akan tetapi, jika diganggu, mereka tentu tidak akan tinggal diam. Terkait demo hari Selasa ,(13/10/20) yang berakhir rusuh, Novel menyebut hal itu diduga karena ada pihak yang melakukan provokasi.  “Diduga dilakukan oknum aparat  yang menyamar sebagai pelajar atau mahasiswa atau warga sipil di tengah massa. Lalu membuat provokasi,” ujar Novel yang dilansir JPNN.

Selain itu, diduga ada oknum warga sipil yang dikondisikan oleh aparat untuk memancing emosi para pelajar dan peserta aksi. (B-003) ***