KESERUAN “NJP NGUBARAN” MENGHIBUR VIA VIRTUAL

10
KESERUAN “NJP NGUBARAN” MENGHIBUR VIA VIRTUAL

BISNIS BANDUNG– Beraktivitas di luar ruangan menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan di era  pandemi  Covid 19 ini sehingga ruang kreasi bagi penggiat seni budaya menjadi  sedikit terkungkung. Dan saat  inilah digital menjadi Iebih banyak digunakan guna mengisl waktu, baik melalui facebook, Instagram, Youtube dan lainnya.

Kondisi ini menjadi suatu bentuk kebiasaan baru yang menjadi rutinitas dalam keseharian, dengan tetap selalu mengedepankan protokol kesehatan. Seperti yang dilakukan para talent dan kru pada taping program digital Pojok NJP Ngubaran bertempat di studio Denny Minuz Production di kawasan bojong koneng atas cikutra kota bandung rabu 22 Juli 2020 lalu.  

Ega Robot selaku seniman/ Duta Coklat Kita Napak Jagat Pasundan, mengemukakan mengikuti anjuran atau slogan pemerintah dalam usaha pemutusan mata rantai di masa pandemi ini, sebagai pelaku seni harus  berusaha agar mata rantai tersebut tidak terputus begitu saja, khususnya kegiatan silaturahmi pada bidang kesenian demi menjaga kebaikan semua.  Sebab  silaturahmi ini merupakan konsistensi Coklat Kita untuk budaya dan kita sudah mulai dari tahun 2013 hingga sekarang tahun 2020 tetap menjalankan konsistensi ini untuk kepedulian kita terhadap budaya”.   

Sementara itu, Perwakilan Coklat Kita Rso Bandung, Tries Pondang Simbolon, mengatakan hal tersebut  bertujuan untuk menyampaikan informasi budaya dan tetap memberikan ruang kreasi bagi sanggar, paguron, atau lingkung seni untuk bisa tetap berkarya.

“Kegiatan ini sebenernya sudah berjalan dari bulan mei, rencananya ini akan terus berlangsung hingga bulan desember. Jadi kita berbicara budaya bukan berarti hanya stop di offline saja, kita bisa memanfaatkan media sosial ada IG, Youtube dan juga Facebook serta websitenya,” ungkap Tries.

Ia  menambahkan pada semester pertama sudah dijalani 11 episode, artinya secara total ada sekitar 38 episode utuk tahun 2020 ini. Kalau kita berbicara 38 episode artinya yang kita kerjakan akan lebih dari yang kita kerjakan di tahun-tahun sebelumnya dan jangkauanya akan lebih luas”.

Perwakilan Enam Communication, Agus Prayoga menyebutkan  di NJP Ngubaran ini, Coklat Kita telah melibatkan sanggar-sanggar baru seperti Sanggar Seni Sunda Lugina dengan kesenian Tarawangsa nya. Tapi untuk sanggar-sanggarnya ada beberapa keterlibatan baru. Memang sebenarnya keluarga besar dari NJP itu banyak. Karena ini mengapresiasi dari tigabelas kota/kabupaten di Jawa Barat,” jelasnya.

Keterlibatan sanggar, paguron serta seniman dari tiap daerah pun cukup banyak. “Nah ini memang keterlibatan sanggarnya mungkin dari masing-masing episode ada yang satu ada yang dua ada yang tiga. Tapi total keseluruhan dari masing-masing daerah banyak,” ungkap Yoga. 

 

Adapun program digital yang dipandu oleh Prima Ramadhan yang berperan sebagai Alo memiliki karakter anak muda (millennial), belajar mengenal budaya sunda kepada Mr. Jun dengan kekonyolannya yang berperan sebagai Amang pemilik sanggar Pojok NJP.

Sementara itu, program digital Pojok NJP Ngubaran (Ngaguar Budaya Urang) bentuk bukti dan bakti Coklat Kita untuk melestarikan Budaya Sunda dan media mengapresiasi seniman dan budayawan Sunda, dengan harapan masyarakat khususnya generasi muda bisa tahu dan tidak lupa akan budayanya. Beberapa narasumber yang terlibat di program ”Coklat Kita Pojok NJP ngubaran” ini merupakan praktisi dan akademisi seni budaya diantaranya Budi Dalton, Haji Taufik Faturohman, Kang lsmed “Samba Sunda” kang Opik Saung angklung Udjo, Man Jasad, abah Olot (karinding), Ega Robot, Mpap Gondo, Iman Jimbot, kang Oca dan masih banyak lagi beberapa sanggar yang akan selalu meramaikan program digital Pojok NJP tersebut.

Asep Hendra Waliana selaku Perwakilan Sanggar Cekkas Kasunda dari Rancaekek, mengungkapkan bahwa untuk kesan-kesanya di masa Covid 19 saat ini, memang kita sebagai penggiat seni menjalaninya sangat sulit. Namun dengan adanya Coklat Kita Napak Jagat Pasundan ini, Alhamdulillah kita bisa berekspresi lagi secara luas meskipun melalui virtual seperti sekarang. 

NJP Icon

Sedangkan, Pupung Supena selaku Perwakilan Sanggar seni sunda lugina dari Rancakalong Kab. Sumedang, menambahkan Alhamdulillah bapak sebagai penggiat seni sangat terbantu dengan adanya Coklat Kita Napak Jagat Pasundan ini, hingga bisa berkreasi kembali melakukan promosi kesenian yang sangat diminati  dan ditunggu-tunggu oleh saudara-saudara di kampung dan masyarakat luas..(E -009)***