Ketua OTD : Sangat Kecewa Belum Rasakan Dampak Positif Dari Jatigede

23

BISNIS BANDUNG – Rencana pementasan tari umbul kolosal yang akan di gelar di Jatigede pada akhir bulan Desember 2019 mendapat kritikan dari warga masyarakat yang lahannya terkena genangan Jatigede.
Ketua Forum Komunikasi Orang Terkena Dampak (FKOTD) Jatigede, Aden Tarsiman menyebut, pemerintah daerah kerap mendagangkan wilayah Jatigede dalam  berbagai agenda kegiatan yang bersipat mengeluarkan anggaran miliaran. Namun dibalik itu pemerintah daerah kurang respek terhadap kondisi warganya yang masih  kesulitan dan dihadapkan dengan banyak persoalan sosial lainnya.

Aden mengatakan, secara tidak langsung gelaran tari umbul kolosal yang akan digelar di area sekitar Bendungan Jatigede pada akhir bulan Desember 2019, membuat perasaan warga sekitar genangan prihatin. Pasalnya disaat warga masih memperjuangkan hak-haknya yang belum terpenuhi, tapi pemerintah daerah malah menggelar pertunjukan yang besar di wilayah Jatigede dengan alasan untuk mendongkrak pariwisata .

“Warga OTD (orang terkena dampak) Jatigede bukannya menolak diselenggarakannya festival tari umbul yang akan menghabiskan biaya miliaran rupiah. Tapi sebaiknya pemerintah daerah juga memikirkan hak warga yang hingga saat ini terus disuarakan, tapi belum mendapat perhatian serius dari Pemkab,” kata Aden di Sumedang Senin (9/12/2019).

Ia juga menyayangkan setiap ada kegiatan di wilayah Jatigede, warga sekitar genangan hanya menjadi penonton saja,tidak banyak warga yang terlibat dalam acara gelaran .

Sebagai gambaran, pascakegiatan seperti event Paralayang tingkat dunia yang baru- baru ini digelar di Jatigede , belum bisa mendongkrak ekonomi warga,seperti yang digembar – gemborkan Pemkab

“Yang jelas kami belum bisa merasakan manfaatnyadari kegiatan-kegiatan yang telah digelar oleh siapapun di wilayah Jatigede,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan ketidak seriusan Pemerintah Daerah Sumedang untuk penuntasan masalah dampak sosial, terbukti dengan tidak dilaksanakannya SK Bupati Tentang Tim Koordinasi dan Fasiltasi Penyelesaian Dampak Sosial bagi warga Jatigede.

“Ternyata hanya dibuatkan SK saja, habis itu pelaksanaannya tidak ada. Kami sangat kecewa. Sedangkan kegiatan yang membawa nama Jatigede terus digelar meski memakan biaya yang besar,” ujarnya. (E-010) ***