Kini Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Antri Lama,Cukup Daftar Di “KONCIBUMI”

28

BISNIS BANDUNG РRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang, melaunching sistem aplikasi Koncibumi (kontrol cicing di bumi) pada  Senin (26/10/2020).

Direktur RSUD Sumedang, dr. Aceng Solahudin mengatakan aplikasi Koncibumi dibuat untuk mengurai antrean pada layanan rawat jalan. Selama ini, menurut Aceng, masalah yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah masalah antrean. Bahkan, selama pandemi Covid pun antrean masih tetap terjadi.

“Dari semua keluhan masyarakat yang paling banyak itu masalah antrean, makannya kami berfikir untuk mengurai, sehingga bisa rapih, dan pasien yang tak perlu datang bisa menunggu di rumah,” kata Aceng.

Aceng menjelaskan, Koncibumi dibuat untuk melayani pasien rawat jalan, yang sudah pernah berobat ke RSUD Sumedang. Dengan Koncuibumi pasien rawat jalan tak perlu lagi datang ke RSUD dan mengantre hanya untuk membeli obat.

“Yang kami bidik adalah pasien yang kontrol, yang belum stabil, yang belum dikembalikan ke puskesmas. Karena kalau pasien yang sudah stabil itu kembali ke puskesmas sebagai pasien rujuk balik (PRB),” ujarnya.

Kata Aceng, pasien yang memerlukan obat hanya perlu mendaftar melalui aplikasi Koncibumi, kemudian obat akan diantar ke tempat tinggal pasien oleh petugas hungry delivery. Saat ini sudah disiapkan satu unit armada kendaraan roda dua untuk mengantarkan obat kepada pasien. Rencananya jumlah armada akan ditambah sampai lima unit.

“Aplikasi ini sudah terkoneksi dengan dokter, nanti akan dijelaskan apakah pasien harus diperiksa di RSUD, atau menunggu obat dikirim saja. Dan itu yang membuat resepnya dokter,” ujarnya.

Dikatakan Aceng, saat ini Koncibumi baru melayani pasien yang merupakan peserta BPJS Kesehatan, dan baru melayani pasien dengan penyakit syaraf. Jika berjalan baik, pelayanan akan ditambah seperti penyakit jantung, dan penyakit dalam.

“Pesan Pak Bupati kami bertahap dulu, jangan memaksakan melayani semua agar tidak mandek di tengah jalan. Makannya sebagai pionirnya adalah penyakit syaraf dulu, kalau lancar kami melangkah ke penyakit yang lebih banyak,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengapresiasi pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang yang meluncurkan sistem pelayanan aplikasi Koncibumi (kontrol cicing di bumi). Menurut bupati Koncibumi merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Koncibumi ini sangat baik sekali di tengah pandemi, karena akan mengurangi interaksi dan mengurangi kegiatan yang tidak bermakna seperti menunggu antrean,” katanya.

Menurut Bupati, Koncibumi merupakan salah satu solusi meningkatkan pelayanan, dalam hal ini mengurangi antrean pada layanan rawat jalan.

“Selama ini yang menjadi masalah di masyarakat adalah pelayanan yang belum optimal. Tantangannya adalah masyarakat menginginkan pelayanan yang lebih mudah dan singkat lagi,” ujarnya.

Pelayanan yang lebih cepat dan mudah bisa diwujudkan dengan memanfaatkan teknologi informasi, seperti Koncibumi,terang Bupati.

“Kalau bisa dipercepat, percepat, kalau bisa dipermudah, permudah. Karena banyak cara mempercepat pelayanan, seperti dengan memanfaatkan teknologi informasi,” ujarnya.

Bupati berharap, dengan aplikasi ini bisa menjadi motivasi bagi dinas/instansi lainnya, untuk memberikan pelayanan yang cepat dan mudah, sehingga layanan jadi prima. Apalagi Sumedang sudah mendeklarasikan diri sebagai Sumedang digital regent, sehingga pemanfaatan IT betul-betul menjadi bagian paling penting dalam meningkatkan pelayanan masyarakat.

“Jangan jalan di tempat, jangan cepat puas dengan yang sudah ada, tapi harus terus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” katanya. (E-010)***