Kisah Kakek Yang Terlilit Hutang Terancam Kehilangan Rumah

216

Terlilit hutang bekas biaya berobat, warga di Kabupaten Cianjur, terancam kehilangan rumahnya. Kondisi fisik yang sering sakit-sakitan membuat kakek berusia 75 tahun, tak bisa melunasi hutangnya sebesar sebelas juta rupiah kepada rentenir.

Di rumah semi permanen inilah abah didin bersama istri dan anaknya tinggal. Tepatnya, di Kampung Bungbulang, Desa Nanggala Mekar Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Jauh dari kata mewah, kehidupan keluarga satu ini memang cukup memprihatinkan. Abah Didin yang kini berusia 75 tahun sudah tidak mampu untuk bekerja menghidupi dirinya dan keluarga. Nampak renta, dan sering sakit-sakitan, Abah Didin hanya bisa berdiam di rumah, terlebih gangguan pendengaran yang dialami, membuat ia sulit berkomunikasi dengan orang lain. Di tengah kondisi kesehatan yang terus menurun, Abah Didin juga harus berhadapan dengan rentenir yang kerap menagih hutang. Tujuh tahun silam Abah Didin sempat meminjam uang sebesar delapan juta rupiah kepada seorang rentenir. Uang tersebut ia gunakan untuk biaya perawatan dirinya selama sakit, serta menutupi hutang-hutang lainnya. Gangguan pendengar serta d-b-d membuat abah didin harus mendapatkan perawatan medis. Sebenarnya keluarga tersebut memiliki kartu jaminan kesehatan dari pemerintah. Namun, karena alasan jarak, Abah Didin memilih berobat ke klinik umum yang tak jauh dari tempat tinggalnya, sehingga ia harus membayar biayanya sendiri. dengan setoran perbulannya sebesar 350 ribu rupiah, namun karena lama tidak membayar setoran per bulannya, akhirnya hutang didin membengkak menjadi sebelas juta rupiah.

Sang istri Ida Satini, atau yang akrab disapa Emak Entin, terpaksa bekerja mulai dari buruh tani hingga membantu merawat anak saudaranya. Emak entin mendapatkan upah untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Namun lagi-lagi, pendapatannya tersebut tidak bisa menutupi hutangnya kepada pihak rentenir.

Sekolah relawan, salah satu yang berinisiatif membantu mengumpulkan donasi guna membantu keluarga Abah Didin. Kurang satu bulan, hutang Abah Didin sebesar sebelas juta rupiah pun akhirnya dapat dibayarkan.

Pengumpulan donasi akan terus dilakukan guna membantu modal usaha keluarga abah didin yang rencananya akan membuka warung di rumahnya. Dengan kepedulian dari para donatur, diharapkan kondisi ekonomi keluarga abah didin bisa terbantu, mengingat kondisi kesehatan abah yang tidak lagi prima.

 

Heri Setiawan, Bandung Tv.