Kisruh Pegawai BRI Bandung Bisa Ditangani Jika Ada Pengaduan

10
ratusan pegawai BRI

BISNIS BANDUNG– Menyusul aksi unjuk rasa ratusan pegawai BRI di depan Gedung BRI, Jalan Asia Afrika  Kota Bandung pekan lalu, Kepala Dinaskertrans Jabar, Taufik Garsadi  mengimbau para pegawai mengajukan delik aduan guna diproses lebih lanjut.

Diketahui, mereka berunjuk rasa karena jam kerja serta waktu libur yang tak menentu.  Para pegawai itu menilai sistem kerja di BRI sangatlah tidak wajar.

Salah satu poin yang dipermasalahkan, antara lain jam kerja yang seharusnya dari jam 07.00 WIB hingga jam 16.30 WIB, menjadi hingga jam 22.00 WIB karena kegiatan tambahan.

Selain itu, para pegawai juga mengaku tidak memiliki waktu libur dalam sepekan. Mereka mengaku bekerja dari hari Senin hingga hari Minggu.

Taufik meminta para pegawai BRI yang sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa  tersebut untuk mengajukan delik aduan. Pengajuan delik aduan itu nantinya bisa ditindaklanjuti oleh pihaknya guna dimediasi dengan manajemen BRI.

“Secara prosedur memang seharusnya mereka  menyampaikan delik aduan secara resmi ke kita, baru kita tindak lanjuti dengan memanggil para pihak, namun sampai saat ini belum ada yang datang,” katanya Senin (15/02/2021).

Kalau ada delik aduan, maka para pejabat pengawas tenaga kerja Disnakertrans baru bisa melakukan pertemuan dengan pihak manajemen BRI.

Pertemuan itu dilakukan untuk mencari solusi terkait kisruh persoalan dugaan kesalahan norma kerja yang dilakukan BRI kepada pegawainya. Dan  pertemuan pun perlu dilakukan dengan para pegawai BRI agar informasi yang diterima tidak hanya dari satu pihak.

“Informasinya baru sepihak dari manajemen dan pasti informasi itu normatif sesuai dengan peraturan perusahaan,” ucapnya.

Ia mengimbau kepada manajemen BRI agar mengaktifkan dan mengoptimalkan Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit untuk mempererat komunikasi dengan pegawainya.

“Sebagai wadah dialog antara manajemen dengan serikat ditingkat perusahaan secara rutin, sehingga ada saling kesepahaman dari kedua belah pihak,” tuturnya.(B-002)***