Kisruh, Pendaftar Jalur Independen Di Pilkada Kab.Bandung

77

Bakal calon bupati melalui Kalur Independen, Lili Muslihat, terlibat cekcok dan adu mulut dengan sejumlah petugas kepolisian dari Polresta Bandung, yang tengah melakukan pengamanan di kawasan kantor KPU Kabupaten Bandung, Jumat pagi. Lili melayangkan protes secara langsung, menuntut agar pendaftaran dirinya bersama pasangannya, Wida Hendrawati, bisa diterima oleh KPU, dan bisa ikut serta dalam Pilkada Kabupaten Bandung, pada Desember 2020 mendatang.

Hari pertama pendaftaran pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung, diwarnai aksi cekcok dan adu mulut antara bakal calon bupati melalui Jalur Independen, Lili Muslihat, dengan sejumlah petugas kepolisian dari Polres Kota Bandung, yang tengah melakukan pengamanan di depan kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung, Jumat pagi.

Adu mulut terjadi bermula saat rombongan Lili Muslihat, mendatangi kantor     KPU Kabupaten Bandung, untuk melayangkan protes dan tuntutan pendaftaran dirinya bersama pasangannya, Wida Hendrawati, yang ditolak oleh pihak KPU, beberapa waktu lalu. Bahkan Lili mengatakan KPU melakukan hal yang tidak etis, dengan menyimpan ratusan ribu berkas dukungan tehadap dirinya, diatas aliran selokan yang tepat berada di depan kantor KPU.

Gesekan pun tak terhindarkan ketika petugas kepolisian mencoba melakukan mediasi, agar Lili muslihat segera meninggalkan kantor KPU, karena bisa mengganggu kondusifitas, sesuai dengan peraturan KPU Republik Indonesia.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya mengatakan, pihaknya tidak mengeluarkan surat keputusan atau SK bagi pendaftar bakal calon melalui jalur perseorangan atau independen.

Setelah cekcok dan adu mulut berlangsung sekitar tiga puluh menit, akhirnya petugas kepolisian bisa membubarkan kerumunan massa, untuk menghindari halhal yang tidak diinginkan di hari pertama pendaftaran paslon Bupati Kabupaten Bandung.

yuwana kurniawan, bandung tv.