Klaster Baru di Jabar

484

KEHIDUPAN normal-baru (new normal) bukan kehidupan normal seperti yang kita alami sebelum mewabahnya Covid-19. Normal-baru meruakan gaya hidup baru setelah pandeni Covid-19 mulai melandai. Wilayah Provinsi Jawa Barat sudah menuju ke level hijau kecuali kota/kabupaten Bogor, Bekasi, dan Depok. 

Di tiga wilayah itu masih terjadi pandemi yang diprediksi penyebaran Copvid-19 dapat meningkat secara tiba-tiba. Ternyata terbukti dengan munculnya klaster baru di Bekasi. Sebuah pabrik dan distributor besar yang semula aman tiba-tiba puluhan karyawannya dinyatakan positif terpapar Covid-10. Karena penyebarannya sangat cepat dan cukup luas, pabrik itu dinyatakan sebagai klaster baru di Jabar.

Angka penyandang positif Covid-19 di Bekasi itu tentu saja menyumbangkan angka sebaran Covid-19 di Jabar meningkat lagi. Jabar yang sedag tampak mulai berwarna hijau itu pun sedikit terganggu. Itu menandakan, Covid-19 masih merupakan ancaman serius bagi kehidupan di Jabar khususnya, di dunia pada umumnya.  Corona sang penyebab timbulnya wabah Covid-19 masih tetap harus diwaspadai.

Sepanjang manusia belum menemukan vaksin anti-corona yang benar-benar ampuh, corona akan tetap hidup. Seperti virus yang lain (virus influenza misalnya) corona akan menjadi bagian dari kehidupan di dunia ini. Udara yang dihisap manusia sepanjang hidupnya, tidak akan terbebas dari virus, termasuk corona.  Manusia hanya dapat membatasi penyebarannya dan menjaga bahkan meningkatkan imunitas diri masing-masing.

Membatasi penyebaran corona dapa dilakukan dengan melaksanakan protokol kesehatan. Hanya dengan menjaga jarak atau menghindari kerumunan, menggnakan masker ketika keluar rumah, sering mencuci tangan menggnakan sabun. Hanya dengan sikap baru dalam hidup itulah corona tak berdaya. Menjaga dan meningkatkan imunitas diri masing-masinmg dapat dilakukan dengan mengubah pola makan, berolahraga secara teratur, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan, dan minum air putih hangat secukupnya.

Pola baru yang masih sulit dilakukan oleh kebanyakan orang, ialah kebiasaan berkerumun. Di mana-mana selalu terjadi kerumanan. Bangsa kita selalu merindukan kebersamaan. Secara sosial sikap itu sangat baik, namun pada musim pandemi sekarang ini, kebiasaan yang baik itu justru menjadi sarana  paling efektif penyebaran Covid-19.

Kerumanan itulah yang mendorong terjadinya klaster baru di sebuah pabrik di Bekasi. Meskipun sudah diatur jarak antar-pekerja, pada kenyataannya, para pekerja itu tetap berkerumun. Ketika mereka masuk atau pulang kerja, selalu ingin bersama-sama. Istirahat di kantin atau ruang makan, tetap berhimpun, saling canda, curhat, dan sebagainya. Hal itu mereka lakukan dengan melupakan protocol kesehatan.

Cara yang paling evektif, pemerintrah daerah menutup sementara pabrik itu, Tunggu sampai daerah itu masuk ke jalur hijau, para pekerja boleh masuk lagi tanpa meninggalkan protokol kesehatan.  Klaster baru itu merupakan peringatan bagi Pemprov dan masyarakat Jabar, termasuk para pengusaha. Kita tidak boleh merasa bangga berlebiohan dengan melandainya kurva pandemik Covod-19.

Waspadalah! ***