Komas HAM : Keputusan Damai Agar Konflik Di Papua Berakhir Presiden Harus Berani Ambil Sikap Dialog Dengan KKB

29

BISNIS BANDUNG – Ketua Komnas HAM RI, Ahmad Taufan Damanik, mendorong Presiden Joko Widodo berani mengambil sikap untuk berdialog damai dengan kelompok bersenjata Papua. Presiden harus berani mengambil satu keputusan yang tegas bahwa jalan damai itu paling dimaui oleh semua pihak. Semua pihak ingin ada keputusan damai agar konflik di Papua berakhir.

Menurutnya, para pejabat kerap mengklaim konflik yang terjadi akibat tindakan kriminal kelompok bersenjata Papua. Tetapi, Taufan yakin mayoritas masyarakat Papua berpendapat ingin berdialog damai.

“Presiden harus berani mengambil satu keputusan yang tegas bahwa jalan damai itu paling dimaui oleh semua pihak,”ujar  Ahmad  dalam dialog Stop Pelanggaran HAM, Papua Damai yang disiarkan GAMKI, Rabu (5/5).

“Walaupun dalam beberapa pernyataan pejabat pejabat kita sering kali menyebutkan, ini semua atas permintaan masyarakat di Papua,” ucapnya.

“Saya yakin karena tim kami di Papua selalu mengatakan ,  pendapat mayoritas masyarakat, ya mereka mengatakan ingin damai,” tambah Taufan.

Dirinya juga telah bertemu dengan tokoh agama, di antaranya para pendeta di Papua.Semua memberikan dukungan sama yaitu ingin berdialog damai. Taufan  mengajak para pihak menekan pemerintahan Jokowi agar mau berdialog damai dengan kelompok bersenjata di Papua.

“Jadi  saya masih tetap optimis mudah-mudahan kita semua ini bisa memberikan tekanan yang kuat terhadap pemerintahan Jokowi meskipun kebijakan (pelabelan teroris) ini sudah terjadi dan kita pasti sangat keberatan dengan kebijakan ini,” ungkapnya.

“Tetapi sekali lagi upaya kita untuk bersama-sama teman teman GAMKI, bapak pendeta, bapak pastur dan lain lain memberikan tekanan kepada pemerintah melalui berbagai cara supaya pilihan dialog damai  kita kedepankan,” tambah Taufan menegaskan. (B-003) ***

Baca Juga :   Bupati Dony : Prestasi Membanggakan Atlit Motor Cross Minim Publikasi