Komisi III DPRD Soroti Penyelesaian Tol Soroja

357

BISNIS BANDUNG- Komisi III DPRD Jabar menyoroti proyek tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) yang bakal rampung dalam waktu dekat dan dioperasionalkan bulan November 2017, ternyata masih banyak kendala teknis di lapangan.

Meski pihak PT.Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) mengungkapkan pembangunan akan rampung pada akhir Otober 2017 ini, Wakil Rakyat Jabar merasa pesimistis setelah melihat kondisi lapangan serta de­ngan melihat kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan, agak sulit untuk memenuhi target selesai bulan Oktober 2017.

”Kalau melihat kondisi lapangan serta cuaca yang mulai memasuki musim penghujan, waktu yang dua minggu yang tersisa tidak akan cukup untuk memenuhi target. Tapi ya kita tetap berharap PT. CMLI bisa penuhi janjinya, ” demikian Anggota Komisi III, Iemas Masithoh M. Noor, pekan ini di Bandung.

Komisi III DPRD Jabar saat melakukan pertemuan dengan PT CMLJ dipimpin Wakil Ketua Hilman Sukirman yang menyebutkan bahwa Tol Soroja akan rampung pada akhir bulan Oktober 2017 meski pembangunan ruas tol sepanjang 10,55 km itu terkendala berbagai persoalan teknis di lapangan.

Progres pembangunan tol hingga awal September sudah mencapai 86,07 persen secara keseluruhan. Pengerjaan total 86,07 persen tersebut di antaranya disumbang dari pekerjaan struktur seksi 1 dan seksi 2 yang sudah rampung 100 persen. Perkembangan pembangunan atau pekerjaan timbunan tanah, di mana seksi 1 sudah mencapai 99,25 persen dan seksi 2 99,40 persen.

Tiga gerbang tol yang mencakup Pasirkoja, Margaasih, dan Katapang sudah 68 persen tiga-tiganya. Namun dari pemantauan Komisi III sepanjang jalur tol dimaksud masih dilakukan proses pemba­ngunan beton pemisah jalan, pembangunan gerbang tol yang masih berjalan serta belum adanya marka jalan atau rambu-rambu lalu lintas serta belum ada JPU.
Sementara itu, pada kunjungan kerja ke BIJB Kertajati Majalengka , Komisi III mendapatkan penjelasan terkait progres pembiayaan proyek BIJB.

Dari data yang dipaparkan untuk kebutuhan biaya yaitu dengan nilai proyek 2.166 miliar, modal kerja 240 miliar, cost over run sebesar Rp200 miliar total biaya Rp 2.606 miliar.
Realisasi pembiayaan modal pemilik saham Rp 808,5 miliar, sindikasi bank Rp 906 miliar (telah dicairkan Rp 650 miliar pada 27 Sept 2017) sehingga totalnya Rp. 1,776,5 miliar.

Untuk kekurangan dana Rp 827,5 miliar, dalam pemenuhannya antara lain Alternatif 1, tambahan setoran modal (telah diajukan di APBDP 2017 sebesar Rp. 200 miliar), Alternatif 2, RDPT (efektif per 9 Agustus 2017), Alternatif 3, pembiayaan sindikasi syariah Tahap II (Proses Komite). Progres pengembangan kostruksi keseluruhan mencapai (per 8 Oktber 2017)64,1156%, progres pengembangan infrastruktur (per 8 Oktober 2017) 97,0764%, progres terminal utama penumpang mencapai 49,1393% (per 8 Oktober 2017).

PT. BIJB menjelaskan terkait dengan pembatalan PT. AP II untuk menyertakan modal sebagaimana yang menjadi komitmen awal, pihaknya merasa terkejut dan sudah menyampaikan pada rapat dengan Kemenhub mengenai keberatan PT. BIJB terhadap pembatalan dimaksud karen pembangunan BIJB merupakan amanat dari Pemprov dan DPRD Jawa Barat yang harus dilaksanakan oleh PT. BIJB, sehingga PT. AP II tidak bisa begitu saja membatalkan komitmen awal yang sudah dise­pakati bersama. (B-002)***