Komjen Pol Listyo SP : Bukan Dari Arus Pendek Kebakaran Gedung Kejagung Dari Nyala Api

19

BISNIS BANDUNG –  Kebakaran yang meluluh lantakan Gedung Kejaksaan Agung,  Polri menyebut bahwa api bukan berasal dari hubungan arus pendek listrik alias korsleting, tapi dari nyala api terbuka. Hal itu terungkap  dalam gelar hasil penyelidikan sementara  yang dilakukan Polri bersama Kejaksaan Agung terkait kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung.

Dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Kamis (17/9), Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan,  dari hasil olah TKP Puslabfor, bahwa sumber api bukan arus pendek (korsleting listrik) tapi nyala api terbuka.

Hasil olah  TKP, menurut Listyo , api diduga berasal dari lantai 6 gedung Kejaksaan Agung, lebih  tepatnya di ruang rapat biro kepegawaian. Dari sana, api kemudian merambat ke bagian gedung lainnya.

Polisi juga menemukan sejumlah bukti yang membuat api cepat menjalar, yakni adanya cairan minyak loki, selain kondisi gedung yang dilapisi bahan yang mudah terbakar seperti gipsum dan parkit.

“Dari pukul 17.30 WIB, kami mendapati ada beberapa orang di lantai 6 yang melaksanakan renovasi. Kami dapati, fakta ada saksi yang berusaha memadamkan api. Namun karena tak ada dukungan sarana dan prasarana untuk memadamkan api, api semakin membesar dan menjalar hingga kemudian meminta bantuan ke pemadam kebakaran ,” ujar Listyo Sigit Prabowo

Dengan  barang bukti, saksi, dan kesimpulan awal hasil penyelidikan, Listyo Sigit memastikan, kebakaran ini masuk ranah pidana. Penyidik menaikan status kasus ini ke penyidikan.

Setelah ini, tim gabungan akan melakukan gelar perkara untuk menemukan pelaku yang diduga sengaja menyebabkan kebakaran hebat itu.

“Maka hari ini kita lakukan gelar perkara. Untuk kemudian sepakat bersama mengusut tuntas  dan kami berkomitmen sepakat tidak ragu-ragu dalam memproses siapa pun yang terlibat. Dan kita akan pertanggungjawabkan ke publik. Saya harapkan tidak ada polemik lagi,”tutur Listyo Sigit. Dalam kasus ini, menurut polisi  sudah memeriksa lebih dari 131 orang saksi.  Atas dugaan pidana tersebut, mereka yang terlibat akan disangkan dengan pasal 187 dan pasal 188 KUHP.

Baca Juga :   Bandara Kertajati Bakal 'Hidupkan' Industri Pariwisata Jabar

Pihak yang diduga terlibat

Ketua Komisi III Herman Hery meminta Bareskrim Polri terus menindaklanjut kasus kebakaran di gedung Kejaksaan Agung seiring kasusnya dinaikan ke tahap penyidikan. Dikemukakan Herman r, kepolisian harus dapat menemukan dan menetapkan terduga pelaku terkait kebakaran, bila memang ada unsur pidana.

“Tentunya indikasi awal bahwa kebakaran ini mengarah ke peristiwa pidana harus diteruskan dengan menetapkan pihak-pihak yang diduga terlibat,” ujar Herman kepada wartawan, Kamis (17/9/2020).

Herman berharap, polisi tidak hanya bertugas mencari terduga, melainkan Bareskrim sesegera mungkin harus mengungkap apakah kebakaran gedung Kejagungterjadi karena unsur kesengajaan atau tidak.

Sedangkan, anggota Komisi III Syarifudding Sudding meminta Mabes Polri melalui Bareskrim dapat mengungkap tuntas siapa saja aktor yang terlibat dalam kebakaran di Kejagung, jika kemudian ada fakta mengarah ke hal tersebut.

“Hal ini penting agar persepsi masyarakat mengenai dugaan untuk menghilangkan barang bukti keterlibatan oknum aparat kejaksaan dalam kasus yang sementara ditangani Kejaksaan dapat terjawab,” kata Sudding menambahkan. (B-003) ***