Komnas HAM Dalami 8.000 Video Barang Bukti Bentrokan Polisi Dan Laskar FPI

2

BISNIS BANDUNG – Pihak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kini tenagh Choirul Anam menyatakan saat ini tengah melakukan pendalaman terhadap 8.000 video dan foto yang berkaitan dengan insiden bentrok antara polisi dan anggota laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, pihaknya tengah melakukan pendalaman terhadap 8.000 video dan foto . Seluruhnya diamati kembali dan didalami oleh para Penyelidik Komnas HAM RI terkait bentrokan polisi dan anggota FPI tersebut.

“Dari 8.000 lebih video dan ribuan screen capture mewakili beberapa titik, seluruhnya sedang diamati kembali dan pendalaman oleh para Penyelidik Komnas HAM RI,” kata Anam menegaskan dalam keterangan resmi  Rabu (6/1).

Dikemukakan Anam,  bukti 8.000 potongan video dan foto tersebut diperoleh dari beberapa saksi  yang dipanggil Komnas HAM.

Bukti- bukti itu, lanjut Anam, menjadi bagian dari tahap finalisasi laporan akhir Tim Penyelidik Komnas HAM sebelum dibuat hasil rekomendasi akhir yang akan diumumkan ke publik.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan data itu. Tim Penyelidikan Komnas HAM RI berharap tahapan ini lancar dan peristiwa tersebut segera dapat terlihat secara terang benderang,” kata Anam .Sebelumnya, Komnas HAM juga telah memanggil berbagai pihak, antara lain  pihak kepolisian maupun dari pihak FPI .

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara menargetkan laporan akhir investigasi terkait insiden itu bisa rampung dalam waktu dua pekan ke depan.Pada Senin (4/1), Komnas HAM sudah rampung melakukan rekonstruksi insiden penembakan 6 Laskar FPI itu di Kantor Komnas HAM, Jakarta. Rekonstruksi yang dihadiri oleh pihak kepolisian yang tertutup bagi awak media.

Peristiwa bentrok yang melibatkan pihak kepolisian dengan Laskar FPI pengawal Rizieq Shihab itu terjadi di Tol Cikampek KM 50 pada 7 Desember 2020 dini hari lalu. Kejadian tersebut menyebabkan enam Laskar FPI tewas ditembak oleh aparat kepolisian.

Baca Juga :   Lima Orang Terluka Akibat Ledakan Petasan

Kedua belah pihak, baik FPI maupun kepolisian memiliki versi masing-masing atas insiden tersebut. Pihak Polda Metro Jaya mengklaim Laskar FPI sempat mengeluarkan tiga kali tembakan saat bentrok dengan anggotanya. Merasa terancam, pihak kepolisian mengambil tindakan tegas dan terarah terhadap 6 Laskar FPI tersebut.

Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan oleh pihak FPI. Eks Sekretaris Umum FPI Munarman yang menyatakan, bahwa kepolisian telah melakukan fitnah terkait kepemilikan senjata api Laskar FPI. Menurutnya, Laskar FPI tak pernah dibekali dengan senjata api dan tajam dalam bertugas. (B-003) ***