KontraS : Jejak Demokrasi Dan Kebebasan Sipil Diwarnai Tindakan Represif Aparat Terhadap Masyarakat

21

BISNIS BANDUNG – Wakil Direktur Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Rivanlee Anandar menyebut tahun 2020 rekam jejak demokrasi dan kebebasan sipil sepanjang 2020 banyak diwarnai tindakan represif aparat terhadap masyarakat, selain penggunaan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dikatakan Rivanlee , represifitas aparat utamanya kerap terjadi dalam gelombang aksi demonstrasi mahasiswa, buruh, dan pelajar , antara lain terhadap yang menolak pengesahan UU Omnibus Law. Sementara, penangkapan atas dugaan ujaran kebencian atau Pasal 28 UU ITE beberapa kali terjadi terhadap kelompok oposisi pemerintah.

Ditegaskan Rivanlee Anandar menyebut, pada tahun  2020 bahkan lebih suram dari tahun sebelumnya.

Menjawab pertanyaan mengenai hal positif soal kebebasan sipil sepanjang 2020 atau periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, Rivan menyebut, pemerintah hanya konsisten dalam kekeliruannya.

“Positifnya dia terus konsisten di jalan yang tidak benar… Praktis jadinya tidak ada. Itu, untuk isu demokrasi dan isu kebebasan sipil,” kata Rivan lewat telepon kepada CNNIndonesia.com, Jumat malam lalu yang dikutip Bisnis Bandung.com.

Baca Juga :   Mantan SEKDA JABAR Iwa Karniwa Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara