Korban Jeratan Bank Emok Sembunyi Di Kebun

9

BISNIS BANDUNG  — Keberadaan tukang menjajagakan uang keliling atau populer  disebut bank emok (rentenir)  banyak menjerat warga masyarakat , terutama masyarakat ekonomi lemah . Mereka meminjam uang kepada penjaja uang keliling untuk berbagai keperluan, seperti biaya sekolah , tambahan modal usaha dan lainnya , tanpa persyaratan yang ribet. Pinjaman uang berbunga tinggi ini , nasabahnya kebanyakan dari kalangan   ibu-ibu yang tertarik meminjam uang tanpa berpikir kemampuannya untuk membayar.

Keterangan yang dihimpun BB menyebut, di Kampung Kepuh, RT 02/11, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) banyak yang terjerat hutang pada bank emok.Banyak warganya yang dikejar penagih dari bank emok.Yang memprihatinkan, ada warga peminjam uang dari bank emok, uangnya dipakai foya-foya dan tanpa sepengetahuan suaminya. Menurut seorang tokoh masyarakat setempat,  yang diketahuinya saat ini  ada delapan warga terjerat utang, bahkan mungkin lebih dan kerap dikejar penagih. “Saat melakukan pinjaman, mereka   bilang buat sekolah atau buat usaha, tapi ternyata malah dipakai foya-foya. Itu pun mereka enggak bilang ke suami, jadi pas tidak bisa membayar dan bunganya makin besar , saat ditagih ke rumah, suaminya kaget,” ujarnya kepada awak media. Rabu (18/3/2020).

Ibu-ibu yang terjerat pinjaman bank emok meminjam uang antara Rp 1  hingga Rp5 juta. Saat ditagih petugas  Ibu-ibu  bank emok , mereka kerap bersembunyi di sawah atau kebun dan rumah tetangganya untuk menghindari kejaran penagih.  “Dirinya sering ditanya alamat penunggak sama penagih. Bahkan pada malam hari  pernah digedor pengaih yang meminta diantar ke rumah peminjam uang dan belum bayar. Kebanyakan ibu-ibu sembunyinya di kebun atau pergi ke luar,” tutur seorang ibu yang enggan disebut namanya. Diakui , dirinya juga sempat ditawari bank emok yang biasa keliling kampung . Namun karena dirinya yang bermatapencaharian sebagai buruh cuci pakaian tidak berani meminjam walaupun butuh. “Banyak di sini yang jadi korban bank emok. Alhamdulillah saya enggak terjerat pinjaman bank emok. Memang pernah ditawarin pinjaman sebesar  Rp3 juta, tapi  mau bayar darimana, saya ngak  punya penghasilan tetap,” ungkapnya. (B-003) ***