Kota Bandung pun Tertutup Lagi

6277
Kota Bandung pun Tertutup Lagi

DI Jl. Terusan Buahbatu, di selatan Pasar Kordon dilakukan  razia sekali gus sosialisasi protokol kesehatan. Razia masker dilakukan polisi, TNI, dan Satpol PP Kota Bandung. Sejak Jumat pagi, 17 September, Pemkot Bandung menetapkan kembali PSBB (terbatas). Beberapa jalan protokol ditutup (tepatnya tutup buka) dari pk 09 – 11, pk 14.00 – 16.00, dan pk 22.00 – pk 06 pagi. Jalan yang ditutup itu ialah Jl. Asia-Afrika, Jl. Otista, Jl Tamblong, Jl. Merdeka, Jl. Suniaraja, Jl. Braga, sebagian Jl. Riau. Semua kendaraan harus mencari jalan lain apabila akan pergi ke tempat pekerjaan di dalam kota.

     Di beberapa tempat dilakukan razia protokol kesehatan. Meskipun sanksi hukumnya belum terlalu berat, razia seperti itu punya dampak cukup luas. Masyarakat meskipun terpaksa, mau mengindahkan protokol kesehatan. Benar, mereka mau bermasker bukan karena takut corona tetapi takut razia. Tak berbeda dengan pengandara motor. Mereka berhelm, karena di jalan sering ada razia, bukan takut jatuh dan kepala pecah. Mereka tidak takut celaka, sama dengan mereka yang tidak takut terpapar pandemi Covid-19.

     Karena itu kalau tidak ada razia dan tindakan hukum, pelanggaran protokol-19 akan terus terjadi di mana-mana. Bagi sebagian orang, Covid-19 bukan wabah yang mudah menular melalui persentuhan dan kerumunan. Dengan demikian mereka beranggapan razia dan penutupan jalan merupakan tindakan yang membatasi ruang gerak masyarakat dalam mencari nafkah. Penyebaran berita naiknya kasus dan kematian akibat Covid-19 merupakan fitnah. Sengaja disebarkan agar masyarakat takut melaksanakan salat di masjid  atau melakukan kebaktian berjamaah di gereja.

     Lalu mengapa penutupan jalan di Kota Bandung dilakukan hanya dua jam sekali pada siang hari dan 8 jam pada malam hari. Pemkot melakukan itu berpedoman kepada ketentan pemerintah pusat. PSBB dilakukan tanpa menutup kesempatan bagi masyarakat mencari nafkah. Beberapa ruas jalan yang menembus pusat-pusat pertokoan dan perkantoran masih terbuka. Orang masih punya ruang yang cukup pergi ke kantor, pasar, atau tempat kegiatan ekonomi lainnya.

Baca Juga :   Sampai Kapan?

     Masyarakat yang mendukung PSBB terbatas di Kota Bandung berharap, Pemkot benar-benar mencegah masuknya orang dari daerah Jakarta, Bekasi, dan Bogor. Untuk sementara waktu (hanya dua minggu), meminta warga Jakarta tidak masuk Bandung. Pemeriksaan dilakukan di pintu tol masuk Jabar di perbatasan Jakarta-Bekasi dan Jakarta-Bogor. Mereka yang ber-KTP bukan Jabar, diminta memutar kembali kendaraannya.

   Pembatasan itu hanya dua minggu, dimulai tanggal 17 September dan akan berakhir tanggal 1 Oktober 2020. Kalau ditanya apakah pembatasan itu efektif atau tidak, jawabannya, pasti tidak efektif. Daya tarik Bandung sangat kuat. Banyak sekali warga Jakarta yang merasa kesal ketika tidak boleh masuk Bandung. Banyak sekali warga Jakarta yang datang ke Bandung hanya untuk makan siang di rumah-rumah makan, kafe, atau resto. Kota Bandung masih tetap sebagai kota sejuta kuliner meski dalam situasi pandemi. ***