KPK Tidak Berniat Menangkap Tersangka Buron, Harun Masiku Ada Hambatan Yang Seperti Disengaja ?

5

BISNIS BANDUNG – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyebut sejak awal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berniat mengejar tersangka buron, Harun Masiku politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). , Harun sempat hampir diringkus di PTIK. Namun, ada saja hambatan yang tampak seperti disengaja

Pernyataan Boyamin tersebut  menanggapi informasi dari penyidik KPK Harun Al Rasyid, yang menyebut tersangka mantan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berada di Indonesia hingga Jumat (28/5/21) lalu.

“Dalam konteks Harun Masiku itu kan memang sejak awal KPK itu terutama pimpinannya tidak berniat menangkap,” tegas Boyamin dalam keterangannya, Selasa (1/6/21).

Boyamin menyebut, Harun sempat hampir diringkus di PTIK. Namun, ada hambatan yang tampak seperti disengaja.

“Waktu itu kan sudah ada di sekitaran PTIK dan kemudian ada hambatan segala macam ,   misalnya ditunggu di bandara di pelabuhan. Seakan-akan dilepas,” ungkap Boyamin

“Nah sekarang pun juga begitu, ada dua informasi sudah meninggal atau di luar negeri,” tambah Boyamin

Namun, adapula informasi yang menyebut Harun Masiku sudah masuk lagi ke Indonesia dan hanya tinggal menunggu KPK bertindak. “Untuk persoalan ini ya saya masih meragukan pak Firli untuk menangkapnya,” ujar Boyamin.

Perihal dugaan ada pihak yang melindungi Harun, Boyamin mengaku tidak heran. “Apakah ada yang melindungi atau menyembunyikan , itu saya yakin ada. Tapi, apakah itu internal KPK atau bukan saya tidak bisa menyebutnya,” ujar dia. Terkait keberadaan Harun Masiku, Ketua KPK Firli Bahuri mengaku, pihaknya terus berusaha dengan berbagai cara dalam mencari seorang yang masuk dalam DPO. “KPK tidak pernah berhenti untuk mencari dan menemukan tersangka,” ujar Firli di Gedung KPK Jakarta, Selasa (1/6/21). Harun merupakan tersangka kasus suap,  paruh antar waktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024. Status itu dia sandang bersamaan dengan tiga tersangka lain yakni mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan, mantan anggota bawaslu Agustiani Tio Fridelia dan pihak swasta  bernama Saeful.

Baca Juga :   Giliran Pedagang Pulsa Demo

Komisioner KPU Wahyu Setiawan disebut-sebut menerima suap Rp 900 juta guna meloloskan caleg PDIP Harun Masiku sebagai anggota dewan menggantikan caleg terpilih atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu. (B-003) ***