Kredit Mobil-Motor Sulit Karena Pandemi Virus Corona

533

Salah satu bisnis yang terdampak karena pandemi virus corona adalah perusahaan leasing yang menawarkan fasilitas kredit kendaraan bermotor.

Sejumlah pedagang mobil dan motor bekas menuturkan, bahwa pihak leasing kini memperketat syarat-syarat bahkan cenderung lebih selektif memilih calon konsumen.

Riza pemilik showroom mobil bekas Metro Car Indo mengatakan, penerapan aturan baru yang lebih ketat bukan hanya pada kendaraan baru saja.

“Proses pengajuan kredit dengan situasi seperti ini memang enggak semudah saat kondisi normal. Di showroom saya sekarang minimal DP 35 % dengan syarat memiliki rumah sendiri. Pekerjaan yang berimbas langsung karena corona sudah pasti enggak akan disetujui,” katanya.

Pekerjaan yang dimaksud Riza adalah apabila calon pembeli bekerja pada sektor-sektor yang terimbas langsung oleh pandemi corona.

“Mohon maaf, konsumen yang belum punya rumah sendiri atau ngontrak sudah pasti ditolak. Dulu masih bisa sekitar 35 % (DP),” tambah Riza.

Dwi Aryanto, penggawai diler Antara Motor juga menuturkan hal yang sama.

“Sekarang sudah – susah, minimal DP itu 30-35 %. Banyak juga yang ditolak, mereka (leasing) lebih memprioritaskan konsumen yang memiliki pekerjaan tetap,” paparnya.

Halim, pedagang mobil bekas Langgeng Makmur menambahkan, peningkatan DP  terjadi pada konsumen yang hendak melakukan pembelian dengan sistem kredit.

“Sekarang memang ada peningkatan untuk uang muka. Tapi masih bisa beli mobil bekas dengan sistem kredit, karena memang leasing masih ada yang terima,” katanya .

Bila biasanya konsumen bisa memilih DP mulai dari Rp5 hingga Rp10 juta, saat ini menurut Halim  , saat ini minimal DP itu Rp15 juta ke atas. Tergantung leasingnya. Ada juga yang minta 50 %. Jadi memang kebijakan setiap leasing beda-beda,” ujarnya.

(E-002/BBS)***