Kunci Pemulihan Ekonomi Jabar

86
Kunci Pemulihan Ekonomi Jabar

  MEWABAHNYA Covid-19 berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan  perekonomian nasional termasuk Jawa Barat. Memasuki triwulan II 2020, perekonomian Jabar mengalami kontraksi cukup dalam yakni -5,98% (lihat artikel BB sebelumnya). Pada triwulan awal 2020, perekonomian Jabar diprediksi akan terus naik.  Namun semua perhitungan, harapan, dan prediksi itu pupus terpapar corona.

      Perekonomian dinilai akan terjerembab ke jurang sangat dalam apabila pemerintah menerapkan lock down. Masyarakat bawah dipastikan akan sangat terpuruk karena tidak ada celah bagi mereka dalam mencari nafkah. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan kebijakan yang diambil pemerintah, baik secara nasional maupun daerah. Dalam upaya melawan Covid-19 pemerintah masih memberi kesempatan kepada masyarakat bergerak, meskipun terbatas, dalam melakukan pekerjaan dan perdagangan.

      Pemerintah juga melakukan relaksasi PSBB di beberapa daerah yang diperhitungan, serangan Covid-19 mulai mengendur. Benar, serangan Covid-19 tidak dapat diperkirakan akan naik atau tutrun. Beberapa daerah yang dinilai masuk jalur hijau, tiba-tiba masuk zona merah. PSBB yang sudah direlaksasi, terpaksa harus diperketat lagi. Provinsi Jawa Barat  tampaknya siap melakukan relaksasi PSBB. Artinya siap pula dalam melakukan pemulihan perekonomian

      Menurut laporan Bank Indonesia, ada tiga sektor di Provinsi Jawa Barat yang memberikan kontriobusi terhadap perkembangan ekonomi. Industri pengolahan merupakan kontributor terbesar disusul perdagangan besar dan eceran, perbengkelan (reparasi mobil/motor). Disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan. Ketiga sektor itu memiliki dampak ekonomi skala medium dan tinggi. “Risiko penularan masih tinggi ,” menurut Laporan Bank Indonesia.

      Pemerintah Daerah Jawa Barat menetapkan tiga sektor itu sebagai prioritas penanganan karena ketiga-tiganya merupakan sektor berisiko medium dan rendah namun berdampak tinggi. Ketiga-tiganya juga mampu menyerap tenaga kerja cukup tinggi. Selama pandemi, sektor industri pengolahan mengalami penurunan sangat tajam padahal industri pengolahan merupakan andalan Jabar.  Karena itu, sektor itu harus menjadi prioritas dalam upaya pemulihan ekonomi Jabar. Sektor perdagangan besar dan eceran serta pertanian meruppakan sektor yang masih menjadi andalan masyarakat selama masa pandemi. Kedua sector itu berada pada celah relaksasi PSBB yang dapat ditembus masyarakat menengah ke bawah.

Menurut Laporan Perekonomian Jabar, ada delapan kunci pemulihan ekonomi, yakni

  1. Membangun mindset positif dengan cara menggelorakan optimisme masyarakat
  2. Menjaga keberimbangan permintaan dan pasokan
  3. Mendorong daya beli masyarakat
  4. Mendorong bergeraknya sektor ekonomi utama (inmdustri manufaktur)
  5. Mengghidupkan kepariwisataan secara terukur
  6. Menjaga kelancaran proyek investasi
  7. Membangkitkan dan mendorongUMKM
  8. Percepatan digitalisasi ekonomi.

Delapan kunci itu sudah dapat dilaksanakan pada triwulan akhir 2020 tanpa mengabaikan protokol kesehatan, baik pelaku usaha maupun masyarakat. Tanpa disiplin masyarakat apalagi abai terharap merebaknya pandemi Covid-19, kunci itu akan sia-sia. Pemulihan perekonomia Jabar akan selalu terhambat. Pemerintah dan masyarakat akan terus tersandera dengan merebaknya Covid-19 (sumber, Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Barat Perwa,kioan Bank Indoneskia Prov. Jabar).***