Laba Mengalir dari Jasa Antar Jemput Asi

15
Laba Mengalir dari Jasa Antar Jemput Asi

SEMAKIN tingginya kesadaran seorang ibu mengenai manfaat ASI bagi buah kini terlihat. Tingginya manfaat ASI untuk buah hati membuat banyak ibu tetap berikan ASI eksklusif kepada bayinya meski sibuk bekerja.

Ceruk dari fenomena ibu yang tetap berikan ASI kepada buah hati meski berkarir menjadi potensial bagi tumbuhnya jasa antar ASI. Melalui jasa antar ASI si ibu bisa mengirim ASI hasil pompaan di kantor untuk buah hati di rumah.

Potensi bisnis jasa antar jemput ASI dibaca oleh Prandityo Hangrenggo pemilik Antar ASI Daily Care (AADC). Merintis usaha AADC pada Maret 2017, Tyo sapaan akrabnya dulu menggawangi pengirimannya sendiri. Saat ini dua tahun berjalan, AADC sudah miliki 5 kurir yang dapat melayani jasa antar jemput ASI di Jabodetabek.

“Saya awal karena anak saya lahir akhir 2016, dia diagnosa lip tie dan tounge tie jadi susah menyusu pada si ibu langsung. Dikasih saran buat ambil donor ASI tapi dulu kalau order di jasa antar ASI tuh selalu fullbooked, nah dari situ saya kepikiran buat jasa ini dan saya jalani dulu sendiri sebagai kurir awalnya,” jelas Tyo kepada wartawan, Senin (23/12).

Pengguna yang ingin menggunakan jasa AADC dijelaskan Tyo cukup menghubungi kontak yang tertera di akun instagram AADC @antarasi.dailycare.

Nanti pengguna akan diminta keterangan oleh admin dari AADC. Untuk tarif pengiriman sendiri, Tyo menyebut di AADC mematok Rp 4.000 per satu kilometer.

“Setiap hari kita masih rata-rata 8 order tiap hari, karena kita kan baru banget dan ada 5 kurir saat ini,” sambung Tyo.

Keunggulan yang ditawarkan AADC ialah tracking yang selalu di update kepada pengguna. Jadi akan ada pemberitahuan secara langsung posisi kurir yang mengantar ASI. Setiap harinya AADC hanya menerima pesanan jasa antara jemput ASI mulai jam 08.00 WIB – 23.00 WIB.

Kini ada sekitar 1.300 user dari AADC, dan lantaran lebih banyak melayani jasa antar jemput ASI untuk pendonor, maka segmentasi AADC kini lebih condong ke ASI untuk didonorkan.

“Untuk omzet masih kecil kita paling Rp 11 juta sampai Rp 12 kita, kan masih baru juga. Ya kita terbuka buat investor juga karena rencana mau ada aplikasi agar bisa ada komunikasi antara pendonor dan resipien. Sekarang masih by chat WhatsApp,” ungkap Tyo.

Melihat tren jasa antar jemput ASI yang ke depan akan semakin tinggi demandnya. Tyo berencana ingin ekspansi AADC ke kota kembang Bandung pada Maret 2020. Rencanannya akan ada 2 kurir lagi yang menggawangi pengiriman ASI di Bandung.

Pemain jasa antar jemput ASI lainnya ialah Fajar Fery Ferdiansyah pemilik Kurir ASI Jakarta. Fajar lebih dulu merintis usaha jasa antar jemput ASI pada Agustus 2011. Selain terima jasa antar jemput ASI usaha jasa milik Fajar juga layani pengiriman seperti makanan, paket, dokumen dengan skala ringan.

“Sebelumnya ini bagian dari layanan usaha jasa pengiriman yang saya buat sendiri, Amura Delivery. Kami melayani berbagai jenis pengiriman untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya (city courier),” jelas Fajar.

Senada dengan Tyo, Fajar juga menilai jasa kurir ASI saat ini semakin meningkat dengan tingginya kesadaran memberikan ASI eksklusif. Lantaran permintaan jasa antar ASI meningkat maka Fajar memutuskan jasa Kurir ASI sebagai layanan utama.

“Setelah kami resmi mem-branding usaha kami dengan nama Kurir ASI Jakarta, permintaan untuk layanan ini pun makin banyak. Bahkan, tidak hanya untuk ibu-ibuh kantoran saja, tapi banyak juga para donatur ASI yang membutuhkan jasa Kurir ASI untuk mengirimkan ASI mereka yang mau disumbangkan ke resipien ASI.

Sampai saat ini layanan Kurir ASI Jakarta, melayani area kota Jakarta, kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, dan sebagian Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Terdapat tiga partner kurir yang ada di Kurir ASI Jakarta.

“Kami sering memberi peluang untuk para mahasiswa tingkat akhir yang butuh pekerjaan part tine, dengan menjadi kurir ASI,” sambungnya.

Permintaan kirim ASI di Fajar dibuka 24 jam, namun untuk pengantaran memang dibatasi mulai pukul 09.00-17.00 WIB. Dikecualikan jika dalam keadaan penting Kurir ASI Jakarta akan memberikan pelayanan meski malam hari.

Sehari untuk pengiriman dibatasi hanya 8 pengiriman, terkecuali dalam kebutuhan mendesak. Tarifpun sama seperti ADDC yaitu Rp 4.000 per satu kilometer.

Pengguna cukup menghubungi kontak yang tertera di Instagram @kurir_asi_jkt, nantinya akan diminta untuk mengisi formulir dan keterangan pengiriman. Sayang mengenai omzet yang didapat Fajar belum mau menyebutkan nominalnya.

Adapun menyoal kendala, AADC dan Kuris ASI Jakarta memiliki pandangan berbeda. AADC menilai SDM atau kurir yang cepat keluar masuk menjadi kendala yang kini dirasakan.

“SDM ya utama, apalagi kurir kan orang lapangan, padahal usaha jasa sopan ramah dan help full itu utama, tapi kita siasati dengan ada training kepada kurir baru, tandem buat awal, lalu selalu ada penilaian dari pengguna, dan cukup membantu,” jelas Tyo.

Sedangkan Fajar menyebut kendala lalu lintas Jakarta yang tidak dapat diprediksi yang kini dirasakan. Terlebih jika musim penghujan, atau kendaraan sering mengalami masalah di jalan.

“Kadang ada juga pelanggan yang ingin mengirim ASI dengan jumlah yang melebihi kapasitas, seputar itu kendala kita,” tambah Fajar. (C-003/Bbs)***