Labkesda Jabar Mesti Mandiri dan Komersil

5
Labkesda Jabar Mesti Mandiri dan Komersil

BISNIS BANDUNG– DPRD Jabar menilai sudah saatnya status laboratorium kesehatan daerah (Labkesda)  ditingkatkan statusnya dari UPTD menjadi BLUD (badan layanan umum daerah).

Dengan menaikkan status, maka Labkesda memiliki keleluasaan dalam meningkatkan layanan termasuk ketika komersialisasi. Keberadaannya pun akan mandiri karena tidak lagi menginduk kepada dinas kesehatan.

“Karena dengan BLUD, itu jadi setengah BUMD,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya, Ahad (7/3).

Jika sudah berstatus BLUD, Labkesda tidak lagi memerlukan biaya APBD sehingga mampu mengurangi beban keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Makanya harus di-BLUD-kan. Agar mampu meningkatkan layanan ke masyarakat, tapi di sisi bisa mengurangi beban keuangan negara,” katanya.

Hadi optimistis dengan operasional Labkesda jika di-BLUD-kan. Salah satunya mengingat jumlah penduduk Jawa Barat yang banyak sehingga akan menjadi pasar potensial.

“Misalnya untuk tes kesehatan PNS di Jawa Barat saja, kan jumlahnya banyak. Belum dari yang lainnya,” katanya.

Keberadaan laboratorium kesehatan daerah (labkesda) Provinsi Jabar saat ini belum maksimal dalam melayani karena keterbatasan anggaran dan mobile laboratorium. Idealnya,  labkesda turun langsung ke masyarakat untuk menguji sampel covid-19 untuk membantu meminimalisasi penyebaran virus korona.

DPRD meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan Laboratorium Kesehatan Provinsi Jabar. Pasalnya, keberadaan labkes ini sangat diperlukan untuk uji sampel virus corona mengingat saat ini masih terjadi pandemi.

“Jawa Barat memerlukan uji sampel covid-19 yang banyak dan berkelanjutan. Penduduk Jawa Barat paling banyak, wilayahnya luas,” ujarnya.

Saat ini,  Labkesda Jawa Barat sudah memiliki peralatan yang mutakhir serta didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga harus dimaksimalkan keberadaannya.

Labkesda Jawa Barat sudah melayani laboratorium klinik untuk perseorangan yang bermanfaat untuk pencegahan, penegakkan diagnosis, dan terapi.

Baca Juga :   Sekolah Kopi Pertama Dirintis di Sumedang

“Jadi masyarakat yang akan cek gula darah, kolesterol, hematologi, urinalis, faeces, mikrobiologi klinik dan lainnya, sudah bisa ke labkesda,” katanya.(B-002)***