Lagi-lagi Jaksa Dicopot Kejagung Enam Jaksa Terlibat Dalam Aksi Pemerasan

11138

BISNIS BANDUNG – Setelah Jaksa Pinangki yang dicopot dari jabatannya serta dijadikan tersangka penerima suap sekira Rp 7 miliar terkait kasus Djoko Tjandra. Menyusul  dalam kasus berbeda, kali ini ada enam jaksa di Kejari Indragiri Hulu yang dicopot dari jabatannya. Ke enam jaksa tersebut, terlibat dalam aksi pemerasan dan penerimaan dengan paksaan terkait dana BOS 2019 di Indragiri Hulu, Riau.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung , Hari Setyono menyebutkan, kasus ini mencuat setelah 64 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Indragiri Hulu, mengundurkan diri lantaran diperas oleh para jaksa. Pemerasan yang dilakukan para jaksa,  mulai dari Rp 10 sampai Rp 65 juta. Dari hasil penyidikan sementara, total pemerasan dan penerimaan dengan cara paksa itu, di antara Rp 650 juta hingga Rp 1,4 miliar. “Enam enam pejabat Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu yang dicopot karena melakukan perbuatan tercela dan pelanggaran berat,” ujar Hari.

Dijelaskan Hari , sejak kasus tersebut mencuat, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau melakukan pengawasan. Dari hasil  pengawasan tersebut terkuat adanya perbuatan tercela yang dilakukan para jaksa, dan ditemukan adanya unsur pidana korupsi. Hasil pengawasan dari Kejati Riau diserahkan ke Kejakgung. Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM Was) di Kejagung, mengambil keputusan untuk mencopot keenam jaksa tersebut dari jabatannya masing-masing.

Hari menyebutkan, adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan para jaksa tersebut,  JAMWas menyerahkan penyidikan kepada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAMPidsus). Hasil penyidikan di JAMPidsus, tiga dari enam jaksa tersebut, ditetapkan sebagai tersangka.

“Yaitu HS, Kajari Indra Giri Hulu, OAP Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus dan RFR Kasubsi Barang Rampasan pada Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan,” tutur Hari. Terhadap tiga jaksa tersangka tersebut, dikenakan sangkaan pasal-pasal Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) 20/2001.

 “Setelah ditetapkan sebagai tersangka, terhadap tiga jaksa tersebut, dilakukan penahanan selama 20 hari,” kata Hari di Kejakgung, Jakarta, Selasa (18/8). Ketiga jaksa tersangka itu, ditahan di Rutan Salemba, cabang Kejakgung, Jakarta Selatan (Jaksel).

Puluhan orang diperiksa

Sebelum masalah pemerasaan oleh oknum jaksa diserahkan ke Kejagung , pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah melakukan klarifikasi terhadap berbagai pihak terkait dugaan pemerasan terhadap puluhan Kepala Sekolah oleh oknum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hulu (Inhu). Hasil klarifikasi itu kemudian dikirimkan ke Kejaksaan Agung.

Asisten Intelijen Kejati Riau Raharjo Budi Kisnanto mengatakan,  pemeriksaan telah dilakukan kepada puluhan orang. Di antaranya dari Kepala Sekolah, pihak Dinas Pendidikan Indragiri Hulu, Inspektorat, Bendahara dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan pihak Kejari Inhu.

Raharjo pun turun tangan  ke Kabupaten Inhu dan memberikan pencerahan kepada puluhan Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan. Kepada para guru diminta tidak takut dan bekerja seperti biasa.

“Saya sudah datang ke sana (Inhu). Ngajak guru-guru (Kepala Sekolah) untuk tidak takut lagi, dan kembali bekerja. Alhamdulillah, mereka mau,” pungkas Raharjo menambahkan . (B-003)***