Lapas Wanita Berikan Ruang Asimilasi Warga Binaan

34

Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas Dua A Sukamiskin, Bandung, memiliki sarana asimilasi dan edukasi atau SAE, untuk warga binaan. Program tersebut untuk mendekatkan warga binaan dengan masyarakat, jelang akhir masa tahanan. Berbagai produk aneka kerajinan, olahan kuliner hingga budidaya tanaman produktif, dijual untuk umum.

Sarana asimilasi dan edukasi, atau sae tersebut diresmikan, Rabu siang, di Lapas Perempuan Kelas Dua A Sukamiskin, Kota Bandung.  SAE merupakan program sosial dari Kemenkumham, yang tujuannya untuk mendekatkan warga binaan dengan masyarakat, sebelum mereka menghirup udara bebas nanti.

Selama ini para warga binaan di Lapas, mendapatkan pendidikan keterampilan sesuai dengan minat mereka. Namun hasil karyanya tidak dikenal oleh masyarakat. Namun kini dengan adanya sarana asimilasi dan edukasi, dapat dipajang dan dijual kemasyarakat umum.

Sarana edukasi dan edukasi berada diluar namun masih di lingkungan lapas. Di tempat tersebut dijual berbagai tanaman, dari mulai tanaman hias hingga tanaman produktif seperti buah, aneka kerajinan tangan mulai lukisan sampai aksesoris, serta aneka kuliner.

Pemerintah Kota Bandung sangat mengapresiasi dengan adanya program tersebut, produk mereka bisa bersaing dan  pihaknya berjanji akan membantu memasarkan produk hasil  warga binaan tersebut.

Sarana asimilasi dan edukasi tersebut, untuk mempersiapkan para warga binaan jika mereka bebas nanti, karena telah memiliki bekal keterampilan sebelum kembali ke masyarakat.

Diharapkan, produk hasil karya warga binaan perempuan tersebut dapat terus berkembang, tidak hanya dinikmati oleh masyarakat umum namun bisa bersaing dengan produk lainnya, serta membuktikan jika warga binaan bisa juga berkarya.

Yuwana Kurniawan, Bandung Tv.

Baca Juga :   Tunda Bepergian ke Kota Bandung