Larangan WNA ke Indonesia Pengaruhi Wisata Nasional  

5
Larangan WNA ke Indonesia Pengaruhi Wisata Nasional

BISNIS BANDUNG—Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr. Teuku Rezasyah  menyatakan pelarangan Warga Negara Asing (WNA) masuk ke  Indonesia  mulai 1 sampai 28 Januari 2021, merupakan upaya pencegahan, menyusul perkembangan Covid-19 di Eropa, yang telah berkembang sedemikian rupa, sehingga semakin mematikan umat manusia dan menghancurkan ekonomi nasional.

Namun pengumuman yang disampaikan  28 Desember 2020 tersebut memberikan celah beberapa hari bagi beberapa kalangan, untuk segera masuk ke Indonesia maupun keluar dari Indonesia. Karena itu, terjadi penumpukan manusia dalam jumlah besar di beberapa bandar udara di Indonesia, dengan dampak  kesehatan yang belum diketahui.

Sebagaimana dikemukakan Menlu RI, terdapat banyak persyaratan medis yang lebih tegas dan terukur, sebelum para WNA memasuki wilayah RI. Mengingat luasnya wilayah nasional, dan adanya perbedaan kualitas dan kuantitas infrastruktur bandara, keimigrasian, kesehatan, kepolisian, dan bea cukai, maka diperkirakan pelayanan dan pengawasan atas WNA yang masuk tersebut akan berjalan secara tidak seragam.

“Terlebih lagi, pemeriksaan dokumen kesehatan yang dikeluarkan oleh berbagai institusi asing dengan berbagai bahasa dan aksara tersebut, akan memakan waktu dalam pemrosesannya, sebelum seorang WNA diijinkan mendatangi wilayah tujuan mereka,” kata Teuku Rezasyah kepada Bisnis Bandung, Senin (11/01/2021) di Bandung

Menurut akademisi Unpad ini, terdapat potensi, WNA yang datang untuk tujuan pekerjaan dan sosial budaya tersebut untuk kecewa, sehingga menjadikan masalah keimigrasian yang mereka hadapi sebagai pemberitaan yang buruk atas Indonesia.

Karena itu, seluruh kantor imigrasi diimbau  mampu bekerja secara profesional, cepat, tepat, akurat, dan senantiasa terhubung dengan bank data keimigrasian ditingkat pusat. Diharapkan juga aparatur kesehatan dan kepolisian juga mampu mengawasi keberadaan para WNA tersebut, berikut tingkat kesehatan mereka, guna menghindari kemunculan klaster baru.

Antara  1 sampai 14 Januari  terjadi  akan terjadi dampak besar dalam industri pariwisata nasional. Pada satu sisi, tiada wisatawan yang datang. Pada sisi yang lain, terjadi banjir permohonan perpanjangan ijin tinggal dari para WNA, yang terkendala meninggalkan Indonesia, karena enggan menghadapi karantina di luar negeri.

Aparatur negara diharapkan mampu menfasilitasi kebutuhan keimigrasian dari para WNA tersebut, serta memberikan rasa aman selama keberadaan mereka di Indonesia. (E-018)***