Lele Konsumsi, Sumedang Belum Bisa Penuhi Permintaan Pasar

115

BISNIS BANDUNG – Ternak ikan lele bagi beberapa kelompok usaha tani maupun perorangan dalam bidang peternakan ikan lele konsumsi, menjadi suatu usaha yang menjanjikan. Permintaan pasar akan kebutuhan ikan lele konsumsi pun kian meningkat,dari semua wilayah dipasaran.Meskipun dengan adanya kelompok tani peternak lele yang ada justru,belum bisa memenuhi permintaan pasar akan kebutuhan ikan lele konsumsi dari para peternak lele secara berkala dan keselurahan.

Seperti kelompok tani Alfin Jaya Lele yang berada di Desa Nagarawangi,Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang. Ketua Kelompok tani Alfin Jaya Lele, Asep Hidayat menuturkan, saat ini kelompok ternak Alfin Jaya Lele baru bisa memenuhi kebutuhan ikan lele konsumsi di wilayah Sumedang.Untuk permintaan di beberapa wilayah belum bisa kami penuhi seluruhnya.

“Kebutuhan untuk wilayah Sumedang saja per harinya sampai 1 kwintal,nah untuk permintaan ke daerah lainnya belum bisa kami penuhi,”kata Asep, Sabtu (01/02/2020).

Asep mengatakan, pihaknya belum bisa memenuhi permintaan pasar luar daerah Sumedang, seperti wilayah Bandung raya, Bekasi, dan Jakarta.

“Untuk wilayah Bandung permintaannya mencapai 1 ton per hari, sedangkan wilayah Jakarta sampai 3 ton per hari. Kami belum sanggup untuk memenuhi permintaan yang banyak seperti itu,” tuturnya.

Menurut Asep, ternak lele sebetulnya bisa sangat menguntungkan. Sebab, di Sumedang, kebutuhan pasar lebih banyak dari barang yang ada.

“Di Alfin Jaya Lele sudah ada 15 kelompok yang tergabung, namun belum bisa memenuhi permintaan pasar luar daerah,” ujarnya.

Asep mengatakan kendala utama yang dihadapi para peternak lele disini selai modal yang utama juga kebanyakan dari mereka para peternak,kurang mendapatkan pengetahuan cara beternak lele,dan sistem pengelolaanya.Banyak dari mereka beternak lele tapi belum memahami apa apa yang seharusnya dilakukan.

Mereka melakukan ternak lele ini murni dengan cara otodidadak,namun tidak sedikit dari mereka banyak yang berhasil dalam melakukan budidaya leele konsumsi disini.

“Memang kita mengakui,sistem beternak lele di daerah ini hanya mengandalkan pengetahuan dasar saja,mungkin kalau ada bantuan dari pemerintah misalkan dikirim tenaga ahli yang menguasai bidang peternakan lele,untuk membimbing kelompok tani kami,pasti bakalan beda ceritanya,dan pastilah permintaan konsumen dipasaran aian bisa tertutupi,”terangnya.

Lebih jauh kata Asep, selain untuk konsumsi, kini banyak yang mencari lele untuk diolah menjadi abon. Harga lele untuk diolah menjadi abon pun diatas harga lele untuk konsumsi, karena ukurannya yang lebih besar.

“Dulu kalau lele ukurannya diatas lele konsumsi kita bingung mau dikemanakan, sekarang sudah ada yang siap menampung untuk dijadikan abon lele, harganya juga lebih bagus,” ungkapnya.

Selain pasar yang menjanjikan, ternak lele juga lebih mudah. Sebab tidak membutuhkan suplai air bersih dan banyak.
“Di sini kita punya 20 kolam lele untuk berbagai ukuran. Ada juga lele albino yang bisa dijadikan lele hias,di kopam kopam rumahan,” ucapnya.

Asep sangat berharap pemerintah kabupaten Sumedang dalam hal ini,bisa lebih memperhatikan usaha usaha kecil menengah seperti kelompok tani yang dikelolanya,jadi jangan hanya memperhatikan yang sudah ada dan maju saja,namun yang mau maju dan butuh bantuan untuk maju serta berkembang bisa diperhatikan lagi. (E-010)***