Lestarikan Budaya Lokal Melalui Kontes Ayam Pelung

292

Para pencinta unggas  nasional menggelar kontes ayam pelung, pada peringatan hari jadi pusat pendidikan polisi militer TNI AD ke-67 tahun, di lapangan Pusdikpom, kawasan Leuwi Gajah kota Cimahi.  Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk melestarikan budaya lokal.

Ayam pelung memiliki harga sangat tinggi, dengan kisaran dua juta hingga Rp. 12 juta. Dalam nuansa islam, menurut legenda, ayam pelung membangunkan para kiayi untuk sholat subuh.

Sebagai ajang silaturahmi pada momentum hari ulang tahun Pusat Pendidikan Polisi Militer atau Pusdikpom ke-67, para penghobi unggas nusantara berkumpul di lapangan Pusdikpom di kawasan Leuwi Gajah, kota Cimahi.

Menurut komandan Pusdikpom, Kolonel CPM Eko Yatma, berkumpulnya para pencinta unggas ini, untuk tetap melestarikan budaya Jawa Barat yang dikenal dengan kontes ayam pelung. Selain tampilan ayam yang begitu menarik, dalam kontes diberi penilaian tiga kali kemerduan suara, yaitu suara di awal, tengah, dan akhir.

Sementara itu, ketua perkumpulan perhimpunan peternak unggas nusantara, Kuadrat Hidayat, sangat mengapresiasi Pusdikpom  yang telah memberikan  wadah kepada penghobi unggas nusantara sebagai ajang silaturahmi ayam pelung.

Diharapkan, kegiatan ini dapat melestarikan nilai-nilai budaya Sunda. kontes ayam pelung ini diikuti 8 provinsi di Indonesia, diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Algi Muhammad Gifari, BandungTV.