Libur Natal dan Tahun Baru Industri Perhotelan Dan Pariwisata Turun

24

BISNIS BANDUNG — Ketua Dewan Pimpinan Daerah – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Jawa Barat, Budijanto Ardiansjah SE menyebut, masa liburan Natal dan tahun baru tingkat kunjungan dan okupansi hotel dan destinasi wisata di Jawa Barat bisa naik dikunjungan wisatawan domestik, terutama dari daerah yang berbatasan dengan wilayah Jabar,  seperti DKI, Banten dan Jawa Tengah.

“Saya prediksi liburan Natal dan tahun baru kali ini, ada penurunan angka kunjungan dan okupansi, karena berkurangnya direct flight ke Kota Bandung dari beberapa daerah di Indonesia, karena dialihkannya penerbangan ke Kertajati. Kalau berhitung dari imbas penutupan “direct flight” mungkin antara  30  – 40 % , “ujar Budijanto.

Budijanto memprediksi, puncak kunjungan dan okupansi akan terjadi  seiring dengan dimulainya liburan sekolah dan perkantoran menjelang libur Natal dan tahun baru. Wisatawan yang datang ke destinasi ke Jawa Barat,  rata-rata menginap 3 atau 4 hari.

Untuk mendongkrak kunjungan dan okupansi, biasanya hotel membuat paket dengan minimum stay dan full package termasuk dinner untuk memanen kunjungan. Biasanya pada high season harganya lebih tinggi, hanya dipaket dengan menarik , sehingga berkesan promo.”Untuk perayaan atau kegiatan kemeriahan di momen Natal dan tahun baru,  pihak Asita, belum ada koordinasi dengan dinas pariwisata terkait hal tersebut.  Untuk antisipasi keamanan dan kemacetan,  kami biasanya koordinasikan dengan dishub dan kepolisian,” ujar Budijanto , Minggu (15/12/19)

Di tempat terpisah,  Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia – PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar mengemukakan, pengusaha hotel dan restoran di Jawa Barat berharap pada momen libur Natal dan tahun baru, okupansi bisa mincapai rata-rata 80 %. Diharapkan target minimal rata-rata bisa sama dengan tahun sebelumnya, karena kondisi ekonomi yang masih belum pulih.

Herman Muchtar memperkirakan, puncak angka kunjungan dan okupansi akan terjadi pada malam tahun baru  akan mencapai 90%. Wisatawan yang datang ke Jawa Barat masih didominasi dari Jakarta,  Kuala Lumpur dan Singapura, karena daya tarik Jabar, khususnya Bandung dan sekitarnya masih tinggi. “Mereka menginap di  Hotel Bintang , juga ada yang Hotel Melati,”tambah Muchtar . (E-018)***