Lucius:  Inisiatif DPR Merevisi UU KPK Bukti Melemahkan KPK Bukan Pepesan Kosong

12

BISNIS BANDUNG – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menyebut, sikap Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin sebagai bentuk persengkokolan jahat.

Azis menjadi aktor yang mempertemukan penyidik KPK dari unsur Polri Stefanus Robin Pettuju dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Pertemuan yang cenderung merupakan persekongkolan jahat itu  menjadi bukti bahwa inisiatif DPR merevisi UU KPK yang dianggap melemahkan KPK bukan hanya pepesan kosong.

“Pertemuan yang difasilitasi Azis yang mempertemukan tersangka suap M. Syahrial dengan penyidik KPK Stefanus nampaknya paripurna untuk disebut sebagai persekongkolan jahat.

“Persengkokolan yang tak hanya membuktikan bahwa permainan kasus itu bisa dilakukan, tetapi juga membuktikan bahwa pemberantasan korupsi sudah berada di titik nadir,” ujar Lucius.

Ditegaskan Lucius, pertemuan yang cenderung merupakan persekongkolan jahat itu  menjadi bukti bahwa inisiatif DPR merevisi UU KPK yang dianggap melemahkan KPK bukan hanya pepesan kosong.

“Dugaan keterlibatan Azis seolah mengatakan bahwa DPR tak hanya sukses mengubah regulasi tentang KPK tetapi juga menjadi kelompok pertama yang memanfaatkan regulasi yang melemahkan  sekaligus mendapatkan keuntungan dari pelemahan KPK itu,”ungkap Lucius.

Menurutnya, Azis yang mempertemukan  penyidik KPK dari unsur Polri, yakni Stefanus Robin Pettuju dengan Syahrial layaknya makelar untuk mewujudkan keinginan Syahrial agar kasusnya di KPK dapat dihentikan.

“Azis yang tentu punya kapasitas untuk berkomunikasi dengan KPK berhasil mendatangkan penyidik KPK ke rumahnya untuk dipertemukan dengan tersangka M. Syahrial. Yang memalukan di sini tentu saja bagaimana jabatan berkelas setingkat Pimpinan DPR justru dilecehkan oleh Azis dengan memerankan fungsi sebagai makelar kasus,” kata Lucius.

Lucius menyoroti juga tingkah laku Azis yang menjadikan rumah dinasnya sebagai lokasi pertemuan antara Stefanus dan Syahrial.

Baca Juga :   KARO PROVOS MABES POLRI Cukur Rambut Anggota POLRI

“Rumah dinas pimpinan DPR yang disediakan negara sebagai penunjang untuk melancarkan pekerjaan sebagai pimpinan DPR malah digunakan untuk membuat persekongkolan jahat untuk menghentikan kasus suap dengan bantuan berhadiah kepada penyidik,” kata Lucius.

Sebelumnya Ketua KPK Firli Bahuri menyebukan,  Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin merupakan aktor yang mempertemukan penyidik KPK dari unsur Polri Stefanus Robin Pettuju dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Dalam pertemuan itu, kata Filri, tujuan Aziz Syamsuddin agar Stefanus dapat membantu Syahrial supaya kasus yang tengah diusut KPK di Tanjungbalai dihentikan. Setelah menerima uang sebesar Rp1,3 miliar, Stefanus menjanjikan tidak akan mengusut kasus korupsi di Tanjungbalai. (B-003) ***