Luhut Binsar: Pertamina Itu Ngawurnya Minta Ampun Masih Impor Pipa Yang Bisa Dibuat Di Indonesia

386

BISNIS BANDUNG – Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaya Purnama, tidak mengungkapkan siapa nama pejabat yang dicopot oleh Presiden yang notabenenya adalah mitra kerjanya pada saat ia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Presiden Jokowi memecat beberapa pejabat tinggi Pertamina karena tidak bisa meningkatkan TKDN pada proyek Pertamina, terutama terkait proyek pipa yang sebagian besar masih diimpor.

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok angkat suara mengenai keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memecat petinggi perusahaan BUMN migas itu dengan alasan petinggi tersebut masih menyukai penggunaan pipa impor dan tak mengikuti kaidah Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Dikemukakan Ahok, bahwa semua itu sudah ada mekanismenya, termasuk mengenai kandungan lokal produk-produk yang digunakan Pertamina.

“Sudah ada angkanya (target TKDN),” katanya dilansir CNN Indonesia baru-baru ini yang dikutip Bisnis Bandung.com , Kamis (18/3/21)

Ahok tidak mengungkapkan nama pejabat yang dicopot oleh Presiden yang notabenenya adalah mitra kerjanya pada saat menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Sebelumnya Presiden Jokowi dikabarkan memecat beberapa pejabat tinggi Pertamina karena tidak bisa meningkatkan TKDN pada proyek Pertamina, terutama terkait proyek pipa yang sebagian besar masih diimpor.

Masalah pemecatan petinggi Pertamina  tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Ada pejabat tinggi Pertamina itu kemarin dipecat Presiden langsung,” kata Luhut dalam rakornas BPPT 2021, Selasa (9/3/2021) lalu.

“Bikin pipa. Pertamina itu ngawurnya minta ampun. Masih impor pipa padahal bisa dibuat di Indonesia. Bagaimana itu?” imbuhnya. Luhut juga enggan menyebutkan siapa pejabat yang dicopot langsung oleh Presiden. (B-003) ***

Baca Juga :   Kaukus Calon DPD RI: "Tujuh Masalah Di Jawa Barat Butuh Solusi Cepat dan Akurat"