Macet Parah Saat Momen Idul Adha

28
Macet Parah Saat Momen Idul Adha

BISNIS BANDUNG– Tak disangka oleh pengguna jalan raya, kemacetan parah terjadi selama momen  Idul Adha baik saat  pulang  kampung halaman (mudik) maupun  arus balik.  Puncak kemacetan terjadi menuju Garut dan Tasikmala pada malam takbiran (Kamis malam) dan arus balik Minggu malam.

Kendaraan itu  harus  mengantri berjam-jam ketika  ke luar dari pintu gerbang Tol  Padaleunyi menuju Tasikmalaya dan Garut.  Antrian panjang juga terjadi di jalan satu arah Cicalengka  hingga dini hari.

“Kami  bermasuksud mudik berangkat dari Bandung menuju  Ciawi Tasikmalya menghabiskan  waktu enam sampai tujuh jam. Kemacetan dirasakan saat akan ke luar Tol  Cileunyi, kemudian sepanjang Rancaekek dan Cicalengka,”  kata Harun (57)  yang mengaku warga  Katapang Kab.Bandug yang sengaja  ingin berlebaran  bersama  orang tuanya  di Ciawi Tasikmalaya.

Ia menyesalkan mengapa pada momen  Idul Adha tidak ada imbauan dari pemerintah agar waspada ada kemacetan yang parah.   Awalnya ia menyangka arus lalulintas  akan normal-normal saja  karena  saat ini   orang  menahan diri tidak bepergian menghindari terpapar  Covid-19.

“Apakah ini  di luar prediksi  petugas.  Ini murni kepadatan kendaraan yang memanfaatkan  momen penting  Idul Adha  menengok sanak saudara. Sepertinya  ini  peristiwa balas dendam karena saat  hari Idul Fitri banyak orang menahan diri tidak mudik khawatir virus Corona,”  tutur Harun.

Pada arus balik  Minggu malam yang merupakan hari terakhir liburan Idul Adha, sejumlah ruas jalan utama di Kabupaten Garut menuju Bandung,  macet hingga berjam-jam.

Sejumlah ruas jalan yang padat merayap oleh kendaraan roda empat yakni di Jalan Otto Iskandardinata, kawasan Sukadana atau Cilawu, perempatan jalan wilayah Sanding, Jalan Suherman hingga memasuki Jalan Raya Garut-Bandung.

Kemacetan  juga dirasakan  di beberapa titik mulai daerah Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya hingga Garut. “Dari Singaparna sudah macet, majunya lama,” kata seorang ibu  yang hendak pulang dari Tasikmalaya menuju Garut.

Pengendara lainnya, mengatakan, kemacetan sudah terasa sejak dari Tasikmalaya kemudian memasuki wilayah perkotaan Garut hingga ke jalan utama menuju Bandung.

Ia menyampaikan, sepanjang jalan utama terlihat banyak kendaraan plat nomor polisi luar kota yang menambah kepadatan arus lalu lintas kendaraan di Garut. “Banyak mobil dari luar kota, padahal tidak biasanya di Garut macet parah seperti ini,” katanya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut AKP Asep Nugraha membenarkan, jalan utama di Garut padat merayap kendaraan dari arah Tasikmalaya hingga menuju Bandung.

Menurut dia, kemacetan tidak hanya terjadi di Garut tetapi di daerah tetangga juga sama seperti Kabupaten Tasikmalaya dan Bandung. “Padat dari Cileunyi-Nagreg-Limbangan-Kadungora padat, sambung menyambung,” kata Asep.

Ia mengungkapkan, kemacetan tidak hanya menyambung dari Cileunyi, Kabupaten Bandung, tetapi arus kendaraan dari arah Tasikmalaya juga padat oleh kendaraan roda empat. “Sambung menyambung dari Bandung-Garut-Tasik,” katanya.(B-002)***