Mal dan Tempat Ibadah Tutup Bandung Lengang

119

BISNIS BANDUNG – Hingga  Kamis pekan ini sudah banyak  pusat perbelanjaan modern, seperti mal di Kota Bandung  dan sekitarnya yang sudah memutuskan untuk menutup sementara guna mencegah penyebaran virus corona. Begitu pula beberapa  pasar tradisional  aktivitasnya mulai menurun.

Berdasarkan pemantauan  Tim Bisnis Bandung,   sejumlah pusat perbelanjaan menutup usahanya   hingga menanti  kondisi pulih, menyusul  tempat umum lainnya  seperti lembaga pendidikan dan tempat-tempat ibadah  yang terlebih dulu  ditutup  untuk umum.

Penutupan tempat  publik  membuat  aktivitas warga Bandung  menurun drastis dan jalan raya pun melompong karena masyareakat lebih banyak berdiam diri di rumah. Kendati begitu,  sebagian  masih tetap bisa  menunaikan kepentingan  yang tak bisa ditinggalkan, seperti ke rumah sakit, bekerja di kantor atau perusahaan,pergi ke bank atau keperluan lain.

Kepada wartawan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Mohamad Arifin Soedjayana membenarkan  ada  sejumlah pusat perbelanjaan modern  di Bandung sudah memutuskan untuk tutup sementara untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Ya, sudah ada  pemberitahuannya  dan  sudah menjadwalkan, mereka akan tutup sementara,” katanya.

Diakuinya  tidak ada rekomendasi pemerintah daerah pada pengelola pusat perbelanjaan untuk tutup sementara. Pilihan menutup sementara di ambil masing-masing pengelola.

 “Kondisinya beragam, tidak berlaku di semua kabupaten/kota di Jawa Barat,”  tuturnya.

Penutupan sementara dilakukan oleh mal sendiri, jadi sejauh ini  masih ada pasar moderen yang  jalan terus.  Sedangkan pasar moderen  yang menjual secara  ritel sampai ini masih melakukan kegiatan seperti biasanya.

Dia menyebutkan  untuk sementara penutupan baru dilakukan sejumlah mal di Kota Bandung. Disperindag  Jabar,   terus  mengecek  hal serupa di kota besar lainnya di Jawa Barat seperti Bogor, Cirebon dan Bekasi.

Tak terkecuali memantau aktivitas pasar tradisional. Aktivitas pasar tradisional yang relatif menurun justru di luar Kota Bandung. Dan penurunan aktivitas tersebut sejalan dengan  anjuran pembatasan sosial ( social distancing atau physical distancing).

Hingga  saat ini belum ada wacana untuk menutup pasar tradisioal. Sejumlah pasar memilih untuk menjadwal pedagang yang berjualan. Sebagian pasar tradisional juga sudah melakukan desinfektan area pasar, menambah fasilitas cuci tangan, hingga menyediakan hand-sanitizer.

Melalui akun media sosial resminya, sejumlah pengelola mall di Kota Bandung mengumumkan akan tutup sementara.  Paris Van Java (PVJ) misalnya menjadwalkan menutup sementara mal-nya mulai 25 Maret 2020 sampai 8 April 2020.

Pengelola PVJ mengumumkan alasan menutup sementara tersebut untuk mendukung pembatasan sosial untuk menekan sebaran virus corona atau Covid-19. Kendati mall tutup, ritel modern di mall PVJ tetap buka.

Begitu juga dengan Miko Mall mengumumkan tutup sementara mulai tanggal 25 Maret 2020 sampai 10 April 2020 dengan alasan sama, meminimalisir penyebaran Covid-19. Di Miko Mall areal Lantai Lower Groind masih tetap buka, tapi hanya untuk beberapa tenan yang melayani take-away dan delivery order.

 Cihampelas Walk  memilih mulai menutup sementara mulai tanggal 27 Maret 2020 sampai 9 April 2020, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. (B-002)***