Manfaatkan Jaringan Penjualan Untuk Pasarkan Produk Muslim

27

BIASANYA platform jual beli online khusunya kebutuhan produk muslim hanya fokus menjual produk ke konsumen. Padahal pelaku usaha ingin ada dua fungsi sekaligus yakni sebagai sarana menjual produk ke konsumen, sekaligus menggandeng reseller yang bisa mendapat komisi dari hasil penjualan barang mereka ke konsumen.

Konsep inilah yang coba ditawarkan Evermos. Start up bidang social commerce yang mengkhususkan diri di ranah produk muslim.

Meski baru berjalan November 2018, Evermos sudah menggandeng label muslim lokal dan para UMKM. Sebut saja ada Zoya, Rabbani, Elbina di produk fesyen, dan Syaamil dan Corodoba untuk Al Quran.

Iqbal Muslimin, Chief Executive Office (CEO) Evermos mengatakan saat ini pihaknya sudah menggandeng lebih dari 170 pemasok dari label lokal dan UMKM. Selain itu juga sudah  punya 20.000 reseller atau penjual yang bergabung ke dalam social e-commerce ala Evermos  tersebut.

Meski menjual produk dan layanan muslim, siapa pun bisa bergabung menjadi penjual untuk menjadi bisnis sampingan. Syaratnya cukup mendaftar dengan biaya Rp 300.000. Biaya tersebut menjadi salah satu pemasukan bagi Evermos. “Reseller yang bisa menjual produk akan mendapat komisi penjualan rata-rata 20% dari vendor supplier,” jelas Iqbal.

Iqbal memastikan, pihaknya bakal membimbing para reseller untuk bisa mendapatkan hasil yang optimal. “Penjual (reseller) akan mendapat website pribadi supaya bisa menampilkan produk dan cara menjualnya di platform,” katanya.

Dengan skema tersebut, Evermos berperan menjadi jembatan bagi pebisnis atau merchant dengan para pedagang yang akan menjajakannya ke konsumen. Ia berharap, para pedagang bisa memasarkan ragam produk yang ada di Evermos kepada kolega mereka mulai dari anggota keluarga, teman terdekat dan lainnya. Penjualan bisa dilakukan secara langsung atau via sarana platform digital. Produk yang bisa dijual di Evermos bisa mencapai ribuan, dengan rentang harga mulai Rp 5.000 hingga jutaan rupiah.

Sementara tugas reseller cuma menjual ke konsumen saja. Untuk urusan sarana teknologi, stok produk, pembayaran dan pengiriman menjadi tugas Evermos.

Dengan proses bisnis ini, Evermos menargetkan bisa menggandeng lebih banyak lagi mitra bisnis termasuk para penjual alias reseller yang bergabung. “Target kami ingin merangkul lebih banyak UMKM dan reseller di Indonesia,” harapnya.

Evermos baru saja mendapat dana seri A senilai Rp 115 miliar yang dipimpin Jungle Ventures, dan melibatkan Shunwei Capital dan Alpha JWC Ventures. (C-003/bbs)***