Masih Ada Pabrik Membandel, Ini Dia Cara Pengolahan Limbah B3

3

Hingga saat ini, berdasarkan pantauan Satgas Citarum Harum, masih ada saja pabrik yang membandel dengan membuang limbah B-tiga ke sungai, tanpa diolah. Padahal, Apindo mengklaim, telah membina sumber daya manusia di tiap perusahaan, agar mengetahui cara pengolahan limbah pabrik.

Komandan Satgas Citarum Harum sektor 4, Majalaya, Kolonel Infanteri Mulyono HS menegaskan, hingga saat ini masih ditemukan pabrik yang membuang limbah b-tiga tanpa diolah, ke sungai. Pihaknya pun dengan tegas akan mengecor saluran pembuangan limbah pabrik tersebut, jika sistem pengolahan limbahnya tidak segera diperbaiki.

Sementara itu, Ketua Apindo Kabupaten Bandung, Alexander Ferdinan Santosa menyatakan, pihaknya telah berupaya membina secara komprehensif melalui kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan stake holder lainnya, untuk meningkatkan mutu sdm pengolahan limbah pabrik. Alex yang juga merupakan direktur salah satu perusahaan pencelupan tekstil menyatakan, sistem optimal dengan pencampuran antara biologi dan zat kimia merupakan cara pengolahan limbah B-tiga yang terbaik, karena racunnya akan turun. Hal tersebut pula yang diharapkannya diterapkan setiap pabrik. Dirinya mengakui masih ada saja pabrik yang membandel, tapi jika dibandingkan sebelum ada program Citarum Harum sistem pengolahan limbah pabrik di Majalaya sudah meningkat jauh.

Menurut pengatur instalasi limbah B-tiga, Haris, pengolahan limbah B-tiga melalui tahapan yang cukup panjang. Awalnya, limbah diturunkan suhunya terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan beberapa jenis bakteri untuk menghilangkan racunnya. Setelah itu dipisahkan antara lumpur dengan air limbah tersebut. Lalu air limbah ditambahkan beberapa zat kimia untuk membuatnya menjadi jernih. Pengolahan limbah B-3 biasanya menggunakan pihak ketiga yang tentu saja harus legal. Di pabrik tempat dirinya bekerja, limbah B-tiga diambil setiap bulan dengan jumlah setidaknya lima puluh ton.

Setelah diolah, limbah yang berupa cairan pun sudah tidak berbahaya bagi makhluk hidup, salah satunya ikan dan juga manusia.

 

budi hartati, bandung tv.