Media Asing Soroti Bentrokan Polisi Vs FPI Irjen Fadil Imran : Senpi Yang Digunakan Adalah Senjata Asli

2292

BISNIS BANDUNG – Bentrokan antara polisi dan Laskar FPI mendapat sorotan dari sejumlah media asing . Bentrokan yang terjadi di jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin awal pekan ini menewaskan enam orang Laskar FPI. Stasiun televisi dan radio Amerika Serikat, Voice of America (VOA) menulis artikel Indonesian Police Kill Supporters of Hardline Cleric in Jakarta Highway Clash.

Dalam artikel itu, VOA mewawancarai juru bicara pemimpin FPI Rizieq Shihab, Munarman yang menganggap bahwa kematian enam pendukung kelompoknya itu merupakan pembunuhan di luar hukum yang dilakukan Polri.

Selain VOA, situs berita asal Singapura, Channel News Asia dan koran Straits Times, juga memberitakan hal serupa. Kedua media itu menyoroti kematian enam pendukung FPI dalam bentrokan dengan polisi.

Sementara itu, stasiun televisi berbahasa Arab dan Inggris yang berbasis di Doha, Qatar, Al Jazeera, kantor berita Associated Press, dan koran New York Times, juga meliput bentrokan antara pendukung Rizieq Shihab dan polisi tersebut.

Terkait bentrokan itu , Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab buka suara soal insiden bentrok antara aparat kepolisian dengan Laskar FPI di Tol Cikampek, Senin (7/12) dini hari yang menewaskan 6 orang Laskar FPI yang ditembak aparat polisi.

Dalam rekaman audio yang didapatkan CNNIndonesia.com dan telah dikonfirmasi oleh Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar, Rabu (9/12), Rizieq menyatakan rombongannya tak mengetahui pihak yang melakukan pengejaran adalah aparat kepolisian.

“Tidak ada satupun di antara kami, baik saya, keluarga maupun seluruh laskar pengawal yang mengira kalau yang melakukan pengejaran, mepet, mengganggu adalah dari kepolisian. Yang kami tahu mereka adalah orang-orang jahat yang ingin mencelakakan kami,” kata Rizieq.

Rizieq mengatakan, banyak mobil yang terlibat mengejar rombongannya, tidak hanya satu atau dua mobil saja.

Baca Juga :   Legenda Opak Conggeang Cemilan Pangeran Kerajaan Sumedang Larang

“Banyak sekali mobil silih berganti berupaya untuk maju ke depan agar bisa ada sampai di depan mobil Habib Hanif yang persis ada di belakang saya. Bahkan untuk bisa mencapai mobil saya yang ada di depan,” ujarnya.

Saat itu terjadi,Laskar FPI yang melakukan pengawalan berhasil mengendalikan situasi, sehingga mobil-mobil itu tak berhasil maju ke depan rombongan.

“Bahwa tuduhan bahwa pengawal kami dipersenjatai adalah fitnah besar, bohong besar. Tidak ada satu pun pengawal kami yang dipersenjatai karena kami tidak pernah mengira, sekali lagi, kalau kami akan diperlakukan seperti itu. Itu pengawal keluarga standar biasa,” ujar Rizieq.

“Subhanallah, dengan Takbir Allah tanpa mereka-mereka para syuhada, mungkin kami sudah dikirim ke medan pembantaian yang mereka rencanakan,” ungkap Rizieq.

Usai kejar-kejaran itu, Rizieq menyatakan langsung mengerahkan anggotanya untuk mencari laskar pengawal yang hilang dengan menyusuri jalan tol, mendatangi rumah sakit, hingga kantor polisi. Namun usaha itu tidak membuahkan hasil.

Dikira penjahat

“Penjahat yang ingin mencelakai kami akhirnya diakui sebagai bagian daripada penyelidikan Polda Metro Jaya. Bukan kami yang menuduh, mereka yang mengakui,” kata Rizieq.

Lebih lanjut, dikemukakan Rizieq, usai enam jenazah laskar FPI dipulangkan oleh kepolisian, Selasa (8/12) lalu, pihaknya memeriksa secara utuh kondisi dari jenazah yang dipulangkan dan  akan disampaikan kepada publik.

“Kita sampaikan pada semua rakyat Indonesia, kami akan menempuh jalur hukum secara prosedur. Kami akan tegas siapa pun yang terlibat dalam pembantaian ini. Kami tidak akan biarkan mereka tidur tenang,” ujar Rizieq.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiono hingga Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus belum memberikan respons terkait pengakuan Rizieq.

Baca Juga :   Facebook Messenger Mendarat di Mac App Store

Kepolisian mengklaim pendukung Rizieq Shihab sempat mengeluarkan tiga kali tembakan saat bentrok dengan anggota. Sejumlah senjata disita oleh kepolisian. Mulai dari samurai, celurit, hingga senjata api. Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, senjata api yang digunakan oleh laskar pengawal Rizieq itu adalah senjata asli.

Sekretaris Umum FPI Munarman menyatakan kepolisian telah melakukan fitnah terkait kepemilikan senjata api tersebut. Diperoleh ketrangan , jenazah enam Laskar FPI telah diserahkan polisi kepada keluarga. Sebanyak lima anggota laskar dimakamkan di Megamendung, Kabupaten Bogor. Sementara satu jenazah dimakamkan pihak keluarga. (B-003) ***