Melly Mono Terciduk Akibat “Berhenti Kamu” di DCDC Pengadilan Musik Virtual

1
Melly Mono Terciduk Akibat “Berhenti Kamu” di DCDC Pengadilan Musik Virtual

PASCA  hengkang dari band SHE, gairah bermusik Melly Herlina atau yang lebih dikenal sebagai Melly Mono tidak lantas surut.  Dengan modal kemampuan vokal yang mumpuni, akhirnya mojang Bandung kelahiran 17 April 1983 ini memutuskan menempuh jalur sebagai penyanyi solo, Semenjak tahun 2014, Melly aktif merilis single dengan nuansa pop alternative.

Agus Danny Hartono selaku perwakilan DCDC (Djarum  Coklat Dot Com) , mengatakan  komitmen di tahun 2021 ini, akan kembali regular bulanan setelah tahun lalu terkendala dengan adanya pandemic dan teknis lainnya dan pengadilan musik adalah media campagne  bagi artis yang bersangkutan bagi artis/ musisi untuk memproduksi atau yang sedang merilis single baru, dan sekarang kebetulan Melly Mono lagi merilis single baru berjudul “Berhenti di kamu” yang merupakan lagu recycle dari Anji sehingga mereka membutuhkan promo jadi kami fasilitasi.

Agus  berujar   harus patuh pada Prokes  karena merupakan garis atau aturan pemerintah jadi selama kita masih mampu menjalankannya secara virtualnya tetap digelar sambil menunggu keputusan dari pemerintah selanjutnya, karena kita satu event tanpa dihadiri penonton feel suasananya agak berbeda.

Alhasil selama delapan  tahun bersolo karir, nyatanya masih berbanding lurus dengan hasrat Melly untuk terus melahirkan karya-karya terbaru,  salahsatunya merilis single lagu recycle berjudul “Berhenti di kamu”  yang sempat dipopulerkan oleh Anji serta ditulis oleh Dewig & Pay tersebut, kini disajikan berbeda dengan olah cipta dan kekhasan yang dipunyai oleh Melly Mono.

Hingga akhirnya menjadi dasar taping DCDC Pengadilan Musik virtual, yang merupakan salah satu program spesial dari DjarumnCoklatDotCom (DCDC). Di edisi ke-45 pada beberapa hari lalu yang menciduk Melly Mono untuk diuji ketahanannya dalam mempertanggung jawabkan karya-karya yang sudah dihasilkan, ke hadapan perangkat persidangan yang terdiri dari dua Jaksa Penuntut, yaitu Budi Dalton dan Pidi Baiq. Lalu kursi Pembela tetap ditempati oleh Yoga (PHB) dan Ruly Cikapundung, kemudian Pengadilannya dipimpin oleh seorang Hakim yaitu Man (Jasad) dan jalannya persidangan diatur oleh Eddi Brokoli sebagai Panitera, serta disiarkan secara streaming di situs www.djarumcoklat.com..

Melly Mono selaku Solois/ Terdakwa DCDC Pengadilan Musik Virtual, mengungkapkan kesannya ini sesuatu pembahasan karya musisi yang memang dikemas secara beda dengan ditambah beberapa bumbu komedianya sedikit, tapi tidak menghilangkan segi promosi single terbarunya jadi seru sech, yang penting aku mah nyanyi aja terus meskipun sekarang jadi solo tapi konsepnya masih full band kalau perform.

Melly  menyebutkan  booming itu bukan hal yang harus dikejar diusianya sekarang, berbeda pada jaman-jaman awal keluar dari Band SHE yang masih obsesi tertentu untuk meraihnya, hingga akhirnya aku bersyukur dengan keadaan sekarang ini meskipun tidak meroket seperti musisi lain, tapi Alhamdulillah memiliki beberapa single baru terus konsisten tiap tahun dan tetap di kenal oleh fans serta masyarakat luas.

Gio Vitano selaku perwakilan ATAP Promotions, menambahkan selama ini  tidak  bisa offair dengan penonton  kebanyakan melakukan virtual secara murni, karena kesulitannya sendiri menghadirkan langsung pengunjung yaitu dari jam tayangnya, di mana oprasional di tempat syuting di cafenya yang asalnya bisa jam 11 malam maju jadi jam 9 malam dikarenakan pandemi, meskipun sudah sesuai prokes jadi diubah menjadi virtual saja. (E -009)***