Menaker :Subsidi Rp 600.000 Tetap Diberikan Banyak Buruh Nunggak  BPJSKes

2028

BISNIS BANDUNG –  Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengeluhkan pemberian subsisi Rp 600.000/bulan kepada buruh swasta yang berpenghasilan dibawah Rp 5 juta dengan syarat buruh yang dapar subsidi tidak nunggak BPJSKes. Hal itu diungkapkan  Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) Apindo 2020.

Hariyadi mencontohkan, iuran BPJS Ketenagakerjaan jadi syaratkan untuk dapat subsidi, jadi harus bebas tunggakan , baru  kemudian  dapat subsidi.  Sedangkan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pemerintah akan tetap  memberikan subsidi upah Rp 600.000/ bulan kepada pekerja atau buruh swasta yang berpenghasilan di bawah  Rp 5 juta walau pekerja atau perusahaan tersebut menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegatskan, pemerintah tetap akan memberikan subsidi upah kepada pekerja atau buruh swasta di bawah penghasilan Rp 5 juta,  apabila pekerja atau perusahaan tersebut menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan. “Jadi kalau dia tidak mengiur karena nunggak itu kita masih bisa tolerir karena dia sebenarnya masih peserta BPJS,” kata Ida, Selasa (11/8/2020).  Ida Fauziyah mengatakan, syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh para pekerja atau buruh untuk mendapatkan bantuan insentif upah dari pemerintah sebesar Rp 600.000/ bulan, yakni Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan NIK, terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang masih aktif dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan. Selain itu, peserta juga membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5 juta sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan. Persyaratan lainnya, ialah pekerja atau buruh penerima upah, pekerja atau buruh yang bekerja pada pemberi kerja selain pada induk perusahaan BUMN, lembaga negara, instansi pemerintah, kecuali nonASN, memiliki rekening bank yang aktif, tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program Kartu Prakerja, dan peserta yang membayar iuran sampai dengan bulan Juni 2020.

Baca Juga :   Gubernur Serahkan Masalah Wiyataguna Ke Kementerian Sosial

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)yang juga Menetri BUMN , Erick Thohir mengatakan, pemerintah akan memberikan subsidi gaji sebesar Rp 600.000 /bulan untuk 15,7 juta pekerja swasta. Saat ini, baru sekitar 7 juta pekerja yang terdaftar program tersebut. “Hari ini jumlah yang sudah terdaftar hampir 7 juta lebih. Tentu data-data ini dari data BPJS Ketenagakerjaan yang disinkronisasi dengan data Kemenakertrans,” ujar Erick di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (13/8/2020). Subsidi gaji karyawan swasta menurut Erick Thohir,  Insya Allah akhir bulan ini disalurkan .Erick menyebut, program ini merupakan salah satu keberpihakan dari pemerintah bagi kaum buruh. Apalagi, saat ini banyak pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.  (B-003) ***