Mencari Turunan Produksi Hulu

254

Produk kelapa sawit Indonesia kini menjadi andalan ekspor nonmigas Indonesia mengalahkan Malaysia yang justru merupakan negara pertama pengekspor kelapa sawit. Namun Indonesiaharus tetap waspada karena Negara laion penghasil kelapa sawit jauh lebih gencar dalam melakukan hilirisasi.Indonesia harus terus berupaya memperluas hilirisasi kelapa sawit. Minyak sawit mentah (CPO) ternyata merupakan bahan baku yang dapat diolah menjadi berbagai produk turunannya. Permintaan dunia terhadap minyak sawit dan turunannya terus meningkat. Peluang itu jangan sampai terabaikan dan diambil negara lain meskipun Indonesia sudah mengekspor produk olahan kelapa sawit antara 75 – 80 persen.

Bukan hanya kelapa sawit yang harus terus dicari turunannya.Komoditas lain juga harus terus dicari turunannya. Indonesia mengekspor batrubara, hasil pertanian berupa ubi-ubian, rotan, kayu gelondongan, dan sebagainya. Sekarang ekspor komoditas iu harus segera ditinjau kembali.Para ahli pengolahan harus bekerja lebih keras dan cepat mencarki turunan batubara, hasil pertanian, karet, kopi, dan sebagainya. Sekarang batubara mulai punya turunan berupa gas. Berdasarkan penelitianyang terus menerus, bisa jadi, produk hilir batubara itu masih sangat banyak. Begitu pula komoditas lain seperti, rempah-rempah, umbi-umbian, rotan, kayu, bambu, dan lain-lain, tidak lagi diekpor sebagai barang mentah. Indonesia harus terus mencari turunan produk hulu tersebut.

Hilirisasi merupakan solusi paling tepat dalam  menjaga dan meninmgkatkan nilai ekspor. Hilirisasi juga dapat mendorong industrialisasi, meningkatkan pendapatan petani, dan membuka lapangan kerja. Peningkatan nilai ekspor harus diawali dengan peningkatan pasar luar negeri. Kewajiban para diplomat kita meyakinkan bahwa produk hilir Indonesia memiliki kualitas terbaik. Perluasan pasar daopat dilakukan dengan melaklukan pemetaan perdagangan dunia. Banyak negara yang dapat diajak kerja sama melakukan perdagangan yang menguntungkan kedua belah pihak. ***