Mendikbud Minta Suaka Politik ? Ditengah Isu Reshuffle Kabinet Jokowi

12

BISNIS BANDUNG – Direktur Parameter Politik Adi Prayitno menyebut otoritas pendidikan dan kebudayaan di bawah komando Nadiem Makarim memiliki tiga kesalahan fatal. Kinerja “Mas Menteri” ini  perlu dievaluasi. Di tengah isu reshuffle, sang menteri ternyata sempat menemui Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Pertemuan itu diunggah dalam akun Instagram resmi Nadiem.

Kalau bicara substansi kemendikbud sudah hattrick kesalahan yang cukup fatal kesalahannya,” ujar Adi.

Adi menyebut contoh , tak dicantumkannya nama Hasyim Asyari dan Gus Dur melengkapi dua kesalahan Nadiem sebelumnya, yakni soal hilangnya frasa agama dalam peta jalan nasional pendidikan 2020-2035 dan hilangnya mata pelajaran Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam PP No 57 tahun 2021.

Menurutnya, tiga variable kesalahan ini bisa menjadi ukuran kinerja Nadiem dalam pemerintahan Jokowi. Sejak tahun lalu, kinerja Nadiem Makarim sudah disorot publik sehingga layak dievaluasi.

“Ini kesalahan mendasar bagi seorang menteri  di sebuah kementerian besar, ini tidak main-main,” ungkap Adi, baru-baru ini.

“Bicara tentang kinerja, saya kira memang Nadiem secara substansi  layak dievaluasi seperti suara-suara publik selama ini kesalahannya sudah hattrick, mendasar dan cukup prinsipil,” tutur Adi.

Adi berharap Jokowi melihat lebih jelas kapasitas Nadiem sebagai menteri dengan adanya hattrick kesalahan ini. Nadiem,menurut Adi, kini hanya menjadi beban Jokowi.

“Apa mungkin Pak Jokowi itu terus mempertahankan menteri yang justru menjadi beban bagi Pak Jokowi. Tentu ini menjadi beban karena kesalahan Nadiem itu seolah peluru nyasar ke Istana seakan-akan Jokowi salah menempatkan orang di posisi yang sebenarnya,” tutur Adi seraya mempertanyakan, apa alasan kuat untuk terus mempertahankan Nadiem.

Minta suaka politik ?

Di sisi lain , ditengah isu reshuffle, sang menteri ternyata sempat menemui Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang diunggah dalam akun Instagram resmi Nadiem.

Baca Juga :   Jabar Terus Berupaya Selamatkan Lahan Kritis

“Ada dugaan Nadiem mencari suaka politik cukup menguat dengan menghadap Ketum PDIP. Setidaknya itu bisa diukur dari respons publik dan komentar di media sosial,” kata Adi Prayitno seraya menambahkan , tak mungkin ada asap kalau tak ada api , Nadiem menghadap Megawati tak lahir dari ruang hampa

Menurut Adi, tak perlu seorang ahli untuk menjelaskan makna Nadiem menghadap Megawati. Walau tak menutup kemungkinan Nadiem meminta petuah kepada Mbak Megawati.

” Tapi, jika membaca konteks, sukar jika tak dikaitkan dengan derasnya kritik yang setiap saat mengarah pada dirinya,” kata Adi menambahkan. (B-003) ***