Mengais Rezeki Dari Tumpukan Sampah

2

BISNIS BANDUNG – Meski menimbulkan ketidaknyamanan, hamparan sampah di pesisir perairan Waduk Jatigede di blok Tugu, Desa Wado ternyata menjadi peluang penghasilan bagi sejumlah warga.
Tumpukan sampah tersebut terutama sampah plastik menjadi buruan sejumlah warga yang mau memilah sampah untuk kemudian dijual.

Dengan itu tidak semua warga di sekitar pesisir Waduk Jatigede, wilayah Kecamatan Wado dan Jatinunggal mengeluhkan banyaknya sampah yang menutupi perairan pesisir waduk. Sejumlah warga justru memanfaatkan kondisi tersebut dengan mengais rezeki dari sampah.

Salah seorang pengepul sampah, Johan Wahyudi (42) warga Desa Cikareo Selatan Kecamatan Wado mengaku banyaknya sampah di pesisir permukaan air Waduk Jatigede sangat menguntungkan dirinya. Ia mengatakan sudah seminggu lebih memungut sampah berupa rongsokan plastik  dari permukaan perairan waduk.

“Kami tahu sampah ini sangat mengganggu kenyamanan. Tapi Buat orang seperti kami (pemungut sampah) ya menguntungkan. Kalau nggak ada rongsokan nggak ada penghasilan,” kata Johan, saat ditemui di pesisir sekitar Tugu Wado, Senin (1/2/2021).

Johan mengatakan, akan terus memungut sampah sebelum ada pihak yang membersihkan sampah tersebut dari pesisir air waduk. Johan mengatakan,dengan mengumpulkan limbah sampah plastik dari pagi hingga sore hari, dirinya bisa mendapatkan uang sekitar Rp 40 sampai 50 ribu per hari. Sampah plastik yang dikumpulkan Johan dijual ke pengepul. Untuk mengumpulkan sampah plastik yang banyak, Johan rela masuk ke air.

“Lumayan banyak sampah di Jatigede, tapi karena ada sampah kami jadi bisa mendapat uang. Sebelum ada yang bersihin ya mening kami manfaatkan,” ujarnya.

Johan berharap sebelum ada pihak yang membersihkan area pesisir Waduk Jatigede tidak ada yang melarang untuk memungut sampah.
Karena mengumpulkan rongsokan sampah adalah suatu berkah baginya.

Baca Juga :   Positif Covid -19 Adalah Kelompok Produktif 54 % Usia 30-59 Tahun

Warga lainnya, Ijung (55) dari Desa Wado juga mengaku sudah sekitar satu minggu mengumpulkan limbah kayu di pesisir waduk. Limbah kayu tersebut Ia kumpulkan dan digunakan untuk bahan bakar (suluh) di dapur rumahnya.

“Ya alhamdulillah ga usah nyari jauh-jauh, di sini juga banyak buat kayu bakar. Sehari bisa dapat empat ikat dari pagi sampai siang,” tuturnya.

Diantara tumpukan sampah yang membuat banyak orang jijik dan takut akan penyebaran penyakit karena bau dan bakteri,namun bagi sebagian orang ada juga hikmah dibalik bertumpuknya sampah dipesisir perairan waduk jatigede tersebut. (E-010)***